kumparan
27 Agustus 2018 20:51

Airnav Pangkalpinang Bangun Tower Baru 34 Meter Senilai Rp 36 Miliar

Tower baru Airnav Pangkalpinang
Tower baru Airnav Pangkalpinang. (Foto: Elsa Toruan/kumparan)
Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan navigasi dengan membangun tower baru di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
ADVERTISEMENT
General Manager AirNav Cabang Pangkalpinang Agus Istiarno mengatakan, hal ini dilakukan oleh Airnav cabang Pangkalpinang untuk meningkatkan pelayanan navigasi kepada maskapai yang ujungnya akan berdampak pada masyarakat. Pembangunan tower ini sudah dimulai pada 27 Juli 2016 dan selesai pada 28 September 2017.
“Kalau pembangunan fisik tower saja hanya butuh waktu sekitar 8 bulan saja. Tapi, kalau proses instalasi mesin dan alatnya, butuh waktu 10-12 bulan. Mulai beroperasi pada Desember 2017 lalu,” katanya saat ditemui di Kantor Airnav Cabang Pangkalpinang, Bangka, Senin (28/8).
Ruang Air Traffic Controller Airnav Indonesia Cabang Pangkalpinang
Ruang Air Traffic Controller Airnav Indonesia Cabang Pangkalpinang. (Foto: Elsa Toruan/kumparan)
Adapun pembangunan tower ini menghabiskan dana sekitar Rp 36 miliar. Agus menuturkan, pembangunan tower ini selain untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan Airnav di Bandara Depati Amir, juga mendukung keselamatan navigasi udara. Sebab, saat ini Bandara Depati Amir sudah memiliki landasan pacu sepanjang 2.250 meter dan diperlukan tower baru guna mendukung operasional perpanjangan landasan tersebut.
ADVERTISEMENT
"Pesawat semakin bertambah dan trafik semakin ramai, kemudian runway di perpanjang menjadi 2.250 meter. Sehingga untuk menyesuaikan itu dibangun tower baru dengan ketinggian lantai 34 meter, dan rooftop 37 meter. Tower lama hanya 15 meter," tambah Agus.
Tower lama Airnav Indonesia Cabang Pangkalpinang
Tower lama Airnav Indonesia Cabang Pangkalpinang. (Foto: Elsa Toruan/kumparan)
Dari sisi teknologi yang digunakan, tower baru saat ini masih menggunakan metode visual kontrol atau tidak menggunakan sistem maupun radar, dan Instrumen Landing System (ILS).
"Itu karena terkait investasi, radar itu investasi yang terbesar, jika dipasang harus ada benefit cost analisis, karena usulan investasi itu ada di pusat. Karena penggunaan uang negara harus yang efektif dan efisien," tambah Agus.
Sementara itu, Air Traffic Controller (ATC) di Bandara Depati Amir, saat ini mampu melayani pergerakan pesawat hingga 90 sampai 100 pergerakan selama satu hari.
ADVERTISEMENT
Saat ini pergerakan pesawat komersil di bandara tersebut mencapai 50 pergerakan. Jika ditambahkan dengan pergerakan pesawat latih atau traning bisa mencapai 90 sampai 100 pergerakan pesawat dalam sehari.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan