Bisnis
·
20 Oktober 2020 17:54

Anak dan Cucu Usaha Kimia Farma Ekspor Obat ke Afghanistan hingga Nigeria

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Anak dan Cucu Usaha Kimia Farma Ekspor Obat ke Afghanistan hingga Nigeria (61006)
Suasana di Apotek Kimia Farma Mampang, Jakarta Selatan. Foto: Moh Fajri/kumparan
Anak dan cucu usaha BUMN sektor farmasi yakni PT Kimia Farma (Persero) Tbk mengekspor obat ke sejumlah negara. Ekspor itu dilakukan anak usaha Kimia Farma yakni PT Phapros Tbk, dan juga anak usahanya yakni PT Lucas Djaja.
ADVERTISEMENT
Ekspor yang dilakukan PT Lucas Djaja yakni ke Afghanistan dan Myanmar dengan nilai Rp 1,8 miliar.
"Ekspor obat dilakukan karena ada kebutuhan di sana dan total nilainya mencapai lebih dari 120.000 dolar AS atau sekitar lebih dari Rp1,8 miliar. Ada pun hingga pertengahan Oktober 2020 ini total nilai ekspor kami tumbuh sebesar 17 persen," kata Direktur Utama PT Lucas Djaja, Ninung Murtini, dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (20/10).
Perusahaan yang berbasis di Bandung, Jawa Barat itu mengekspor antibiotik jenis amoxicillin, obat resep kortikosteroid jenis dexamethasone, dan obat untuk sakit maag.
Anak dan Cucu Usaha Kimia Farma Ekspor Obat ke Afghanistan hingga Nigeria (61007)
Ilustrasi obat-obatan. Foto: Shutterstock
Ekspor obat tersebut, kata Ninung, merupakan kontainer yang ke-12 sampai ke-14. Hingga akhir November 2020, total jumlah kontainer obat yang diekspor akan mencapai 17 kontainer.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya pada 2017, Phapros yang juga anak usaha PT Kimia Farma itu telah melakukan ekspor ke Nigeria.
Pada kesempatan terpisah Direktur Utama PT Phapros Tbk, Hadi Kardoko, berharap bahwa ekspor yang dilakukan PT Lucas Djaja bisa mendongkrak konsolidasi pendapatan ekspor perusahaan hingga di atas 5 persen.
"Kami tetap gencar melakukan ekspansi bisnis di tahun ini, meski di tengah pandemi COVID-19 saat ini," ujar Hadi.
PT Lucas Djaja resmi diakuisisi oleh PT Phapros Tbk pada akhir 2018 dengan kepemilikan saham sebesar 90,22 persen.