kumparan
19 Jan 2018 15:04 WIB

Anak Usaha Pelindo II ini Targetkan Pendapatan Rp 1,1 Triliun di 2018

PT Jasa Armada Indonesia dan PetroChina (Foto: Siti Maghfirah/kumparan)
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) menargetkan kenaikan pendapatan sekitar 30% di 2018 menjadi Rp 1,1 triliun, dari pendapatan tahun lalu sebesar Rp 800 miliar.
ADVERTISEMENT
Menurut Direktur Utama IPCM, Dawam Atmosudiro, perseroan juga menargetkan kenaikan laba sekitar 50% menjadi Rp 150 miliar tahun ini.
"Kalau tahun ini berjalan lancar semua dari internal dan eksternal Pelindo II, kami harapkan growth ini bisa tercapai," kata Dawam usai acara penandatangan kerjasama Operasi Pelayanan Pemanduan & Penundaan Kapal di Wilayah Perairan Pandu Luar Biasa TUKS PetroChina Marine Terminal, Tanjung Jabung, Provinsi Jambi, di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (19/1).
IPCM juga menargetkan perolehan sejumlah kontrak di tahun 2018. Menurut Dawam, saat ini ada tiga kontrak yang sedang didekati dan diharapkan bisa rampung tahun ini. Namun, ia enggan menyebutkan perusahaan-perusahaan yang akan diajak kerja sama tersebut.
Kontrak dengan PetroChina yang diteken hari ini, merupakan kontrak pertama yang didapat perseroan di tahun ini. Dawam tidak menjelaskan secara detail mengenai besaran kontribusi kontrak ini pada perusahaan.
ADVERTISEMENT
"Dihitungnya melalui setiap aktivitas pandu dan tunda, dengan kapasitas kapal 120.000 ton misalnya, perusahaan bisa memperoleh pendapatan Rp 1,25 miliar," katanya.
Kontrak dengan PetroChina, menurut Dawam, merupakan bentuk strategi perusahaan untuk menggenjot pangsa pasar ship-to-ship di luar captive market yang sudah dilayani selama ini. Sebagai informasi, IPCM saat ini memiliki 12 captive market di wilayah operasional induk usahanya, PT Pelindo II.
12 wilayah operasional ini, berkontribusi sebesar 80% pada pendapatan IPCM. Sementara 20% pendapatan didapat dari layanan pandu dan tunda kapal di Bayah, TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri) PT Cemindo Gemilang di Banten, serta penambahan baru dari PetroChina.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan