Anggota DPR Kritik Kinerja Zulhas: Sibuk Jualan MinyaKita saat Harga Telur Naik

24 Agustus 2022 14:30
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kedua kiri) saat meninjau harga telur di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (25/6/2022). Foto: Asprilla Dwi Adha/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kedua kiri) saat meninjau harga telur di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (25/6/2022). Foto: Asprilla Dwi Adha/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP, Mufti Aimah Nurul Anam, mengkritisi kinerja Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas yang terkesan menyepelekan kenaikan harga telur. Ia merasa Zulhas sibuk menjajakan MinyaKita di tengah harga telur yang naik signifikan.
ADVERTISEMENT
Di DKI Jakarta, harga telur ayam rata-rata sudah tembus di Rp 31.024 per kg. Bahkan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia mencatat harga telur saat ini menjadi yang termahal dalam 5 tahun terakhir.
Mufti menegaskan tingginya harga telur akan menjadi persoalan anyar yang dihadapi masyarakat di tengah melonjaknya harga pangan dan minyak dunia. Ia khawatir kenaikan harga yang berlangsung secara bersamaan ini dapat menggerus daya beli.
Dia berharap Zulkifli segera menuntaskan persoalan harga telur agar tidak memberikan efek domino ke harga kebutuhan lainnya.
"Harapan kami soal telur bisa segera dituntaskan. Kalau naik pedagang martabak, tahu tek tek, mereka tidak mampu menaikkan harganya. Migor saja sudah mahal, di sisi lain kalau semakin turun yang menjerit adalah para peternak petelur kita," kata Mufti saat Raker Menteri BUMN dan Menteri Perdagangan di Komisi VI DPR, Rabu (24/8).
ADVERTISEMENT

Anggota DPR Tagih Janji Zulhas

Mufti menyinggung janji-janji Zulhas usai dilantik sebagai Menteri Perdagangan. Pertama, kata Mufti, Zulhas tidak mengizinkan kader Partai Amanat Nasional untuk bermain pada proyek di Kementerian Perdagangan.
Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga sempat mengingatkan agar tidak ada politisasi atau kampanye mengatasnamakan minyak goreng. Namun, Zulhas dalam beberapa kesempatan mengkampanyekan anaknya, Futri Zulya Savitri, saat membagikan minyak goreng kemasan murah bermerek MinyaKita.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Mendag Zulkifli Hasan melayani warga yang membeli minyak goreng Minyakita di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (6/7/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendag Zulkifli Hasan melayani warga yang membeli minyak goreng Minyakita di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (6/7/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Zulhas kala itu mengeklaim minyak goreng tersebut tidak dibeli secara gratis dan seruannya saat berkampanye dilakukan di luar agendanya sebagai menteri. "Tapi ini menjadi sorotan masyarakat," ujar Mufti.
Selain itu, Mufti menagih janji Zulhas soal rencana mengendalikan harga minyak goreng dalam dua minggu. Menurut dia, penurunan harga minyak goreng yang terjadi saat ini belum sebanding dengan melorotnya harga crude palm oil (CPO) dunia.
ADVERTISEMENT
"Kita lihat memang turun, Pak Menteri beruntung karena menjabat tiba-tiba tren harga CPO turun. Dalam negeri lelang CPO juga turun. Dengan penurunan CPO dari Rp 1.800 ke Rp 900 artinya turun 50 persen, sedangkan harga minyak goreng turun Rp 17.900 atau hanya 10-15 persen," ungkap Mufti.
Mufti menilai, harga minyak goreng bisa turun karena saat tanggal 15 Agustus data KPPBN mencatat lelang CPO Rp 11.100. Apabila, per liternya dihitung menjadi Rp 10.091, kalau ditambah biaya produksi buat jadi minyak goreng sebesar Rp 1.500 artinya Rp 11.591.
"Kemudian ditambah misalnya biaya logistik Rp 1.000 dan keuntungan Rp 1.500 artinya Rp 13.591. Dijual harga Rp 14.000 masih mungkin dan masih untung. Tapi kenyataan hari ini Rp 17.600," terang Mufti.
ADVERTISEMENT
Mufti juga menyorot janji Zulhas menyelesaikan pelbagai masalah di sektor perdagangan, tak terkecuali robot trading. Ia menyebut Kementerian Perdagangan mesti segera menuntaskan masalah investasi ilegal tersebut karena ratusan triliun duit masyarakat beredar di situ.
"Saya tidak paham teknologi, tapi ketika mendalami ada dana masyarakat ratusan triliun yang ada di situ karena ada peluang pemilik robot trading menyalahgunakan akibat tidak adanya regulasi," ujar Mufti.
Untuk itu, Mufti berharap agar regulasi mengenai robot trading segera dibuat. "Jangan sampai ketika ada regulasi, mereka tidak punya peluang membuat alibi baru merampok uang rakyat dengan cara yang membohongi," tandas Mufti.