APBN Lanjutkan Perbaikan, Surplus Rp 103,1 T di Akhir April 2022

23 Mei 2022 18:08
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
APBN Lanjutkan Perbaikan, Surplus Rp 103,1 T di Akhir April 2022 (134640)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan kabar baik mengenai kondisi APBN Indonesia di bulan April 2022. Ia mengungkapkan saat ini APBN surplus Rp 103,1 triliun.
ADVERTISEMENT
Kondisi tersebut diikuti dengan keseimbangan primer yang juga surplus Rp 220,9 triliun atau meningkat 431,5 persen dibanding tahun lalu yang defisit Rp 36,5 triliun.
“Demikian juga dari sisi total keseimbangan APBN kita sampai akhir April dalam kondisi sangat surplus, sangat besar. Baik dalam keseimbangan primer, maupun dari sisi total balance, yaitu surplus 0,58 persen dari GDP” kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa, Senin (23/5).
Pada April 2021, APBN masih defisit Rp 138,2 triliun. Sehingga dengan surplus Rp 103,1 triliun di April 2022, maka pertumbuhannya mencapai 174,7 persen. Sementara di Maret 2022 surplusnya mencapai Rp 10,3 triliun.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sri Mulyani menjelaskan surplus APBN tersebut membuat pembiayaan utang merosot tajam. Per Maret 2022, pemerintah hanya pembiayaan anggaran Rp 142 triliun, turun 64, 1 persen dari April tahun lalu mencapai Rp 397 triliun. Sri Mulyani menganggap surplus pembiayaan utang yang merosot menggambarkan APBN mulai pulih.
ADVERTISEMENT
Sementara itu untuk pendapatan negara per April 2022 sudah mencapai Rp 853,6 triliun atau naik 45,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 584,9 triliun.
Sedangkan belanja negara di April 2022 tembus Rp 750,5 triliun atau naik 3,8 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp 723 triliun.
“Tentu kita menggunakan seluruh surplus ini untuk menjadi shock absorber dari guncangan yang terjadi baik karena kemarin pandemi sekarang bergeser menjadi guncangan dari sisi komoditas," pungkasnya.