kumparan
22 Januari 2018 22:15

Aprobi Targetkan Produksi Biodiesel Naik Jadi 3,5 Juta KL Tahun Ini

Ilustrasi Biodiesel
Ilustrasi Biodiesel (Foto: Reuters/Mike Blake)
Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) memperkirakan target produksi biodiesel tahun ini sekitar 3,5 juta kilo liter (KL), lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mampu produksi 3,1 juta KL.
ADVERTISEMENT
Adapun biodiesel yang berhasil diserap pasar tahun lalu sebanyak 3 juta KL atau 90% dari target produksi. Sisanya, yang tidak terserap dijadikan stok perusahaan yang tergabung dalam Aprobi.
Ketua Harian Aprobi, Paulus Tjakrawan, mengatakan sebenarnya target tahun ini sebesar 3,1 juta kiloliter. Adapun sisanya, kemungkinan akan bertambah jika pemerintah jadi menggunakan biodiesel di proyek transportasi kereta api.
“Potensi untuk ke sana yang bisa terserap sekitar 400.000 sampai 500.000 KL. Kalau belum, berarti produksi masih sama seperti tahun lalu,” kata Paulus di kantor Aprobi, Jakarta, Senin (22/1).
Paulus mengatakan, Aprobi memiliki mimpi besar untuk bisa produksi biodiesel per tahunnya hingga mencapai 12 juta KL dan bisa melakukan ekspor. Akan tetapi sampai saat ini, produksi biodiesel rata-rata masih berada di angka 3 juta seperti pada tahun 2016 yang mampu produksi 3,6 juta KL.
ADVERTISEMENT
Jumlah eskpor biodiesel Aprobi tahun ini tak akan banyak. Hal ini dipicu tuduhan Amerika dan Uni Eropa atas biodiesel Indonesia yang dianggap dumping dan disubsidi.
Dia menuturkan rendahnya jumlah eskpor karena sudah dua tahun terakhir Indonesia tak bisa ekspor ke Uni Eropa dan Amerika atas kasus ini. Adapun progres atas tuduhan itu, kata dia, saat ini Uni Eropa sudah mencabut bandingnya.
“Minggu lalu, UE sudah mencabut bandingnya. Sekarang kami lagi menunggu pelaksanaannya seperti apa. Kami juga berharap aduan pemerintah ke WTO bisa selesai,” tegasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan