Bisnis
·
14 Januari 2021 17:59

Arab Saudi Tawarkan Investasi USD 6 T untuk Bangun Resor hingga Tandingan Disney

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Arab Saudi Tawarkan Investasi USD 6 T untuk Bangun Resor hingga Tandingan Disney (26331)
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman saat berkunjung ke Tembok Besar China di Beijing, China. Foto: Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS
Arab Saudi menawarkan investasi senilai USD 6 triliun atau sekitar Rp 84 ribu triliun (kurs Rp 14.000) dalam sepuluh tahun ke depan untuk para investor. Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, mengatakan setengah nilai investasi tersebut merupakan proyek baru kerajaan.
ADVERTISEMENT
Dilansir dari Reuters, Kamis (14/1), peluang investasi tersebut merupakan bagian dari visi 2030 pangeran muda. Tujuannya untuk mengakhiri ketergantungan kerajaan pada minyak dan mengubahnya menjadi investasi global yang semakin kuat.
Adapun proyek baru yang tengah dikembangkan MbS, panggilan sang putra mahkota, disebut akan menciptakan lapangan kerja bagi jutaan rakyat Saudi. Investasi itu nantinya akan masuk melalui Dana Investasi Publik (PIF), pengelola investasi kerajaan untuk mendorong laju investasi Saudi di dalam negeri maupun secara global.
PIF akan membiayai 85 persen dari proyek yang akan digarap bersama sektor swasta. Sementara sisanya akan didapatkan dari investor domestik maupun global.
Arab Saudi Tawarkan Investasi USD 6 T untuk Bangun Resor hingga Tandingan Disney (26332)
Makkah, Arab Saudi. Foto: Pixabay
PIF merupakan landasan bagi investor global untuk masuk ke Saudi. Mega proyek yang akan digarap melalui PIF salah satunya adalah zona ekonomi berteknologi tinggi yang dijuluki NEOM, yang luas arealnya seukuran dengan Belgia.
ADVERTISEMENT
Selain itu juga ada proyek taman hiburan di Riyadh, yang disebut dengan Qiddiya. Proyek ini akan dibangun 2,5 kali lebih besar dari Disney World. Ada juga proyek resor mewah di lepas pantai Laut Merah, yang akan menjangkau 50 pulau lainnya.
Pada pekan ini, Pangeran Mohammed mengumumkan rencana untuk membangun kota tanpa karbon di NEOM, dengan biaya infrastruktur sekitar USD 100-200 miliar.
Eksportir minyak utama dunia itu diperkirakan akan meminjam puluhan miliar dolar AS tahun ini untuk mengisi kas negara yang terpukul akibat jatuhnya harga minyak serta demi meningkatkan likuiditas PIF.