Arsitek Kini Bisa Cuan di Metaverse, Potensi Transaksi Harian Capai Rp 1,45 M

1 Juni 2022 11:39
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi metaverse. Foto:  Westend61/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi metaverse. Foto: Westend61/Getty Images
ADVERTISEMENT
Para arsitek kini bisa berkarya di metaverse sekaligus mendapat keuntungan atau cuan. Nestercity, salah satu inovasi blockchain, memungkinkan karya arsitektur hadir dan memiliki nilai tersendiri di dunia virtual.
ADVERTISEMENT
Adapun karya para arsitek di Nestercity bukan hanya menjadi portofolio bagi penciptanya, namun juga memiliki nilai komersial. Sebab, kepemilikannya bisa diperjualbelikan sebagai NFT, bisa dijelajahi, bahkan bisa diwujudkan di dunia nyata.
CFO Nestercity, Muhammad S Akbar mengatakan bahwa nilai karya para arsitek bisa meningkat dan mendorong percepatan pencatatan hak cipta dan monetisasi asetnya dengan bantuan blockchain. Bahkan menurutnya, potensi transaksi di Nestercity bisa mencapai USD 100.000 atau sekitar Rp 1,45 miliar (kurs Rp 14.500 per dolar AS).
"Kami yakin bisa mencapai total transaksi USD 100.000 per harinya di Nestecity," ujar Akbar dalam keterangan tertulis, Rabu (1/6).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Diproyeksikan, Nestercity akan menarik minat arsitek, seniman 3D, kolektor NFT, perusahaan arsitektur dan konstruksi, real estate, LSM, hingga komunitas sosial.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, CEO Nestercity Wazid Kautsar Bahri mengatakan untuk memperkenalkan kehadirannya, Nestercity telah menyiapkan konser musik dan pameran yang informasinya bisa diakses di twitter @nestercity_NFT atau situs nester.city.
"Ke depan karya metaverse arsitektural akan hadir menjadi bagian dari nilai keluarga, usaha, pendidikan, dan komunitas di seluruh dunia," ungkap Wazid.
Salah seorang arsitek, Milly Shafiq, menganggap ide NFT arsitektur memiliki potensi ekonomi yang baik. "Bisa jadi di masa depan ini akan useful jika kita bicara di ranah NFT dan metaverse. Namun ada tantangan tersendiri saat karya ini akan diaplikasikan ke dunia nyata,' ujar Milly.
Milly menjelaskan bahwa karya arsitektur yang bagus bukan hanya dinilai dari bentuknya saja, ada pula tantangan saat mengaplikasikan karya tersebut, "Kita harus memperhatikan kondisi tanah, struktur bangunan, mechanic and electricity, psikologi dan perilaku, sampai faktor ekonomi calon penggunanya," pungkasnya.
ADVERTISEMENT