kumparan
10 Okt 2019 11:10 WIB

ASDP: Tarif Penyeberangan Feri Naik untuk Jamin Keselamatan Penumpang

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi saat berkunjung ke kantor kumparan. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Pemerintah akan menaikkan tarif penyeberangan lintas antarprovinsi atau kapal feri tahun ini. Kenaikan tarif rencananya berkisar 20-28 persen pada 20 rute penyebrangan.
ADVERTISEMENT
Kenaikan tarif tersebut merupakan usulan berbagai pihak maupun asosiasi penyeberangan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) salah satu yang mengusulkan kenaikan tarif tersebut.
Direktur Utama ASDP, Ira Puspadewi, mengatakan kenaikan tarif penyeberangan itu untuk meningkatkan pelayanan dan menjamin keselamatan penumpang. Selain itu, beberapa rute penyeberangan juga belum dilakukan penyesuaian tarif sejak 2,5 tahun lalu.
"Rata-rata memang tarifnya tidak naik hampir 2,5 tahun. Bahkan ada beberapa rute itu sudah 18 tahun enggak naik tarifnya. Kita inginnya balance antara industri dengan safety ke masyarakat juga," ujar Ira kepada kumparan, Kamis (10/10).
Dia mencontohkan, tarif penyeberangan rute Merak-Bakauheni untuk penumpang dewasa saat ini Rp 10.975 per orang. Menurut dia tarif ini jauh lebih murah dibandingkan jasa porter di pelabuhan yang sebesar Rp 25.000.
ADVERTISEMENT
Adapun usulan kenaikan tarif penyeberangan rute Merak-Bakauheni untuk penumpang dewasa menjadi Rp 15.975 untuk tahap pertama, Rp 21.775 untuk tahap kedua, dan Rp 27.575 untuk tahap akhir.
"Kalau dilihat kenaikannya masih range yang diterima masyarakat,” katanya.
Kapal feri di Pelabuhan Gilimanuk. Foto: AFP/Sonny Tumbelaka
Ira mengatakan, komponen investasi yang selama ini paling mahal dan tak mungkin dikurangi adalah keselamatan, mulai dari pelampung, jaket keselamatan, sampai sekoci yang harus selalu diperbarui.
"Jadi sekocinya ini kalau kita turunkan, ini bisa muat tujuh orang. Di dalamnya juga ada makanan yang bisa menampung orang di sekoci itu sampai tujuh hari. Jadi benar-benar ini untuk keselamatan. Itu semua kan ada harganya,” tutur Ira.
Menurut Ira, saat ini pihaknya dengan pemerintah, asosiasi, hingga Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) terus membahas lebih lanjut rencana kenaikan tarif penyeberangan tersebut.
ADVERTISEMENT
"Kita efisiensi sudah setiap tahun, harus balance. Trust us, aspek layanan dan keselamatan kita tinggi banget. Malah YLKI juga sudah komunikasi kalau untuk keselamatan penumpang ini no compromise, harus diutamakan," tambahnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan