Aset Tommy Soeharto Tak Laku Dilelang, Ini Penjelasan Satgas BLBI

14 Januari 2022 16:27
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Aset Tommy Soeharto Tak Laku Dilelang, Ini Penjelasan Satgas BLBI (33966)
zoom-in-whitePerbesar
Satgas BLBI saat menyita aset PT Timor Putra Nasional di Kawasan Industri Mandalapratama Permai, Dawuan, Cikampek, Karawang, pada Jumat pagi, 5 November 2021. Foto: Dok. Istimewa
Aset Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto yang dilelang negara sepi peminat. Aset tersebut merupakan sitaan dari Satgas BLBI karena Tommy memiliki utang ke negara.
ADVERTISEMENT
Sedianya proses lelang terhadap aset milik putra bungsu Presiden Soeharto dilakukan pada Rabu (12/1) kemarin. Namun hingga lelang dibuka, tidak terdapat peserta lelang yang mendaftar dan menyetorkan uang jaminan.
Dikonfirmasi mengenai hal ini, Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Tri Wahyuningsih Retno Mulyani menjelaskan sepinya peminat lelang ditengarai karena kondisi perekonomian masyarakat Indonesia saat ini belum stabil. Sedangkan aset tersebut ditawarkan dengan harga yang cukup tinggi.
“Jadi soal aset Tommy Soeharto yang tidak laku, kita sadari bersama bahwa kondisi saat ini kondisi perekonomian seperti apa. Itu mungkin jadi salah satu faktor,” ujar Tri dalam konferensi pers virtual, Jumat (14/1).
Aset Tommy Soeharto Tak Laku Dilelang, Ini Penjelasan Satgas BLBI (33967)
zoom-in-whitePerbesar
Satgas BLBI saat menyita aset PT Timor Putra Nasional di Kawasan Industri Mandalapratama Permai, Dawuan, Cikampek, Karawang, pada Jumat pagi, 5 November 2021. Foto: Dok. Istimewa
Tri menjelaskan aset Tommy Soeharto yang dilelang merupakan aset berupa tanah. Biasanya orang yang membeli aset berupa tanah punya tujuan untuk berinvestasi. Sedangkan kondisi ekonomi saat ini masih belum sepenuhnya pulih akibat pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
“Orang pasti berpikir untuk investasi pada saat sekarang ini beli tahun ini kira-kira setahun dua tahun balik lagi enggak? Itu mungkin jadi pertimbangan kalau mereka itu bisnis,” ujarnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Di sisi lain, Tri menegaskan bahwa aset tersebut sejatinya aman untuk dibeli. Sebab ditawarkan langsung oleh negara. Dari sisi legalitas, aset-aset Tommy Soeharto juga sudah dilengkapi surat-surat alias sertifikat.
“Kalau soal pembeli takut, saya enggak bisa bilang takut apa enggak. Ini adalah lelang yang dilaksanakan oleh negara. Tentunya atas legalitas dari bukti atau kenapa bisa dilelang sesuai dengan syarat pelaksanaan lelang pasti sudah ada. Salah satunya sertifikat,” ujarnya.
Menurut Tri, sertifikat merupakan syarat paling utama dalam pelaksanaan lelang. Apalagi tujuan lelang ini adalah untuk mengembalikan uang negara. Dengan belum adanya peminat, selanjutnya DJKN bakal melakukan penjadwalan ulang lelang aset Tommy Soeharto.
ADVERTISEMENT
Seperti diketahui, terdapat 4 aset jaminan milik debitur atas nama PT Timor Putera Nasional (TPN) yang dilelang melalui www.lelang.go.id. Mulai dari sebidang tanah SHGB Nomor 3 seluas 518.870 meter persegi di Desa Kamojing. Kemudian sebidang tanah SHGB Nomor 4 seluas 530.125,526 meter persegi yang juga terletak di Desa Kamojing. Selanjutnya sebidang tanah SHGB Nomor 5 di Desa Cikampek seluas 100.985,15 meter persegi.
Aset Tommy Soeharto Tak Laku Dilelang, Ini Penjelasan Satgas BLBI (33968)
zoom-in-whitePerbesar
Tommy Soeharto saat dikawal polisi ke pengadilan pusat di Jakarta, 27 Maret 2002. Foto: Adek Berry/AFP
Terakhir, tanah sebidang tanah SHGB Nomor 22 seluas 98.896 meter persegi di Kalihurip. Keempat bidang tanah ini berlokasi di Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Aset yang dilelang tersebut termasuk bangunan di atas seluruh tanah yang disita. Lelang dimulai dari Rp 2,42 triliun dengan uang jaminan Rp 1 triliun.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020