kumparan
Bisnis18 Februari 2020 8:43

Ashraf Sinclair, dari Pelayan Restoran hingga Urus Startup

Konten Redaksi kumparan
PTR - Ashraf Sinclair
Suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair. Foto: Instagram / @ashrafsinclair
Suami penyanyi Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair, pagi ini menghembuskan nafas terakhirnya. Ashraf meninggal karena serangan jantung.
ADVERTISEMENT
Ashraf yang dikenal sebagai aktor ini ternyata juga menggeluti dunia bisnis. Bahkan pada 2017, Ashraf bergabung dengan salah satu perusahaan pemodal untuk 500 perusahaan rintisan (startup) di kawasan Asia Tenggara. Program ini secara khusus diberi nama 500 Durians.
Seperti dikutip kumparan, Selasa (18/2), Ashraf direkrut langsung oleh KhaiLee Ng, selaku Managing Partner 500 Startups, untuk turut mensukseskan 500 Durians.
Ashraf Sinclair
Suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair. Foto: Instagram / @ashrafsinclair
Pemilihan kata 'Durians' sendiri diambil karena buah durian merepresentasikan kawasan Asia Tenggara. Negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand, tentunya familiar dengan buah tersebut.
"Ya, orang-orang enggak tahu saya, enggak tahu apa itu '500 Startups', tapi orang-orang tahu Ashraf. Maka dari itu saya ajak Ashraf, selain karena dia memiliki background bisnis yang bagus, dia juga dikenal banyak orang, sehingga akan lebih mudah lagi untuk mempromosikannya nanti," ungkap KhaiLee Ng.
ADVERTISEMENT
Ashraf Sinclair sendiri dinilai memiliki latar belakang dan pengalaman bisnis. Pria kelahiran London, Inggris, 40 tahun ini semasa hidupnya juga pernah bergelut di dunia usaha. Ashraf mengaku pernah bekerja menjadi pelayan restoran, berjualan roti, hingga kaus.
Bahkan sebelum meninggal, Ashraf dikenal sangat memperhatikan bisnis kreatif yang memanfaatkan teknologi dan Internet.
"Dalam karier dan pengalaman saya dalam mempromosikan sebuah merek, saya melihat peluang di mana-mana. Saya ingin kreativitas pengusaha Indonesia diterjemahkan, agar bisa berdampak bagi masyarakat,” kata Ashraf.
Sebelumnya, 500 Startups telah menggelontorkan dana yang mereka miliki ke sekitar 32 startup di Indonesia, di antaranya yaitu BukaLapak, Kudo, Brodo, Hijup, dan Kredivo.
Meskipun telah membantu sekitar 30 perusahaan digital, namun mereka merasa jumlah tersebut masih kurang. Target mereka dalam programnya kali ini adalah membantu sekitar 100 startup.
ADVERTISEMENT
"Kita sebenarnya terlalu telat masuk ke Indonesia. Sekarang ada 32 company yang gabung sama kita, harusnya ada 100 paling tidak," Ashraf Sinclair menambahkan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan