Bisnis
·
24 Februari 2021 18:04

Askrindo Serahkan Santunan Rp 10,6 Miliar ke Kru Sriwijaya Air & Nam Air

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Askrindo Serahkan Santunan Rp 10,6 Miliar ke Kru Sriwijaya Air & Nam Air (5468)
Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air yang tengah mengudara Foto: Shutterstock
PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo, anggota Holding Perasuransian dan Penjaminan, Indonesia Financial Grup (IFG), telah menyerahkan santunan kepada ahli waris kru Sriwijaya Air SJ-182 dan Nam Air yang diwakilkan oleh keluarga Pilot/Co-Pilot (First Officer/FO) dan Flight Attendant (FA).
ADVERTISEMENT
Adapun nilai total klaim santunan kematian Group Personal Accident and Loss of License Insurance yang diberikan kepada seluruh ahli waris kru Sriwijaya Air dan Nam Air sebesar Rp 10,6 miliar.
Direktur Utama Askrindo Dedi Sunardi mengatakan penyerahan santunan ini merupakan bentuk komitmen Askrindo kepada Tertanggung. Askrindo meng-cover produk Group Personal Accident and Loss of License Insurance untuk seluruh kru pesawat yang menjadi korban kecelakaan pada 9 Januari 2021.
“Proses santunan akan dilakukan secara proaktif dan komunikatif dengan tertanggung maupun pihak-pihak lain yang terkait. Perusahaan menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga, dan kami berharap semoga penyerahan klaim santunan ini bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan," ujar Dedi dalam keterangan tertulis, Rabu (24/2).
ADVERTISEMENT
Dedi menuturkan, Askrindo beserta Sriwijaya Air dan Nam Air pada 2020 telah menjalin kerja sama untuk penyediaan produk Group Personal Accident and Loss of License Insurance. Karena itu, perusahaan bertanggung jawab memberikan santunan ini.
Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan rute penerbangan Jakarta–Pontianak dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat yang dijadwalkan terbang dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut tercatat membawa 62 orang yang terdiri dari 40 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi, ditambah 6 kru aktif, dan 6 kru ekstra.