Astra International Borong Saham RS Hermina Rp 102,7 Miliar

19 Juni 2022 12:50
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Gedung Astra Foto: Helmi Afandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gedung Astra Foto: Helmi Afandi/kumparan
ADVERTISEMENT
Grup Astra lewat induk Usaha PT Astra International Tak (ASII) secara resmi telah menggenggam lebih dari 5 persen saham RS Hermina PT Medikaloka Hermina Tak (HEAL).
ADVERTISEMENT
Hal tersebut ditunjukkan dari Astra yang rutin membeli saham RS Hermina di bulan ini. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Astra setidaknya Sudan membeli saham RS Hermina sebanyak 7 kali sejak 7 Juni 2022.
Pembelian pertama dilakukan astra pada 7 Juni 2022 dengan jumlah yang ditransaksikan 12.870.500 saham. Kedua, 8 Juni 2022 dengan pembelian 11,3 juta saham.
Ketiga, 9 Juni 2022 Astra membeli 12,4 juta saham. Keempat 10 Juni 2022 dengan transaksi 10,7 juta saham. Kelima, 13 Juni 2022 4.379.000 saham. Keenam, 14 Juni 2022 12.140.200 saham. Ketujuh, 15 Juni 2022 11.190.800 saham.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
RS Hermina Depok Foto: Fahrian Saleh/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
RS Hermina Depok Foto: Fahrian Saleh/kumparan
Dengan pembelian tersebut, terhitung saat itu Astra menggenggam sekitar 5,43 persen saham Hermina dengan total dana yang dikeluarkan mencapai Rp 102,7 miliar. “Statusnya bukan lah pengendali perusahaan,” tulis Direktur RS Hermina Yulisar Khiat seperti dikutip, Minggu (19/6).
ADVERTISEMENT
Sebelumnya Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro mengatakan, sektor kesehatan memang menjadi salah satu sektor yang dibidik perusahaan sebagai langkah ekspansi.
Pasalnya sektor kesehatan dianggap menarik bukan hanya dari komersial, sehingga Astra berkontribusi aktif dalam membantu peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia.
Djony pun saat RUPS, 20 April 2022 lalu, mengakui pihaknya mengakui membeli saham di RS Hermina. “Langkah kita membeli saham di Hermina salah satu yang kecil. Banyak kami lakukan kajian di sektor kesehatan, bukan hanya rumah sakit,” jelasnya saat itu.