Atasi Kelangkaan Beras, Mentan Mau Genjot Produksi di Jawa hingga Lampung

13 Februari 2024 12:28 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Proses bongkar muat beras milik Perum Bulog di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada Jumat (9/2/2024). Foto: Bapanas
zoom-in-whitePerbesar
Proses bongkar muat beras milik Perum Bulog di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada Jumat (9/2/2024). Foto: Bapanas
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan cara pemerintah mengatasi kelangkaan beras. Menipisnya pasokan beras menimbulkan terjadinya kenaikan harga hingga pembatasan pembelian di ritel-ritel.
ADVERTISEMENT
Menurut Amran, pemerintah bakal meningkatkan produksi untuk menurunkan harga beras. Lonjakan harga ini, lanjut dia, terjadi tak hanya di Indonesia.
"Kita tingkatkan produksi karena produksi mutlak kita tingkatkan kalau ingin menurunkan harga beras. Ini bukan hanya harga beras Indonesia saja, tapi harga beras dunia," ujar Amran usai rapat di Istana Negara, Selasa (13/2).
Mentan memproyeksi beras yang dihasilkan dari semua lahan yang ditanam bisa mencapai 8 ton per hektarnya. Sejak Desember 2023 hingga Januari 2024, sudah ada sebanyak 4 juta hektar lahan yang ditanam.
"Kita harus fokus di produksi karena domain kami adalah produksi. Yang bisa menyelesaikan menekan harga turun adalah produksi," tuturnya.
Saat ini, Kementan fokus mempercepat proses tanam di Pulau Jawa. Kemudian juga percepatan tanam di Lampung.
ADVERTISEMENT
"Kami baru pulang dari Jateng jadi kita melakukan percepatan tanam di Jateng, Jatim, Jabar di luar Jawa, Lampung, Sumsel, Sumut, Sulsel, NTB. Jadi kita fokus pada lumbung pada Indonesia," sambungnya.