Bisnis
·
7 Desember 2020 7:36

Awal Pekan, IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Awal Pekan, IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas (208532)
searchPerbesar
Refleksi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (25/9). Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terbatas hari ini. Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, laju IHSG diprediksi akan bergerak di level support 5.757 dan level tertinggi 5.870 sepanjang perdagangan hari ini. Pekan lalu, Jumat (4/11), IHSG ditutup terkoreksi di level 5.820,48 atau turun 0,21 persen.
ADVERTISEMENT
“Secara teknikal IHSG mengkonfirmasi pola pergerakan terkonsolidasi dengan melemah kembali uji resistance MA5. Indikator stochastic overbought dan momentum indikator RSI yang bergerak cukup tinggi. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak menguat terbatas,” tulis Lanjar dalam risetnya, Senin (7/12).
Awal Pekan, IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas (208533)
searchPerbesar
Petugas kebersihan melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (31/3). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Sementara itu, Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, jelang rilis data perekonomian Cadangan Devisa pada hari ini, yang disinyalir masih berada dalam kondisi stabil, akan memberikan sentimen terhadap pola gerak IHSG.
Menurut William pola gerak IHSG terlihat masih berpeluang untuk mengalami konsolidasi jika IHSG tidak dapat dipertahankan di atas resisten level terdekat. “Sedangkan fluktuasi nilai tukar Rupiah serta harga komoditas juga akan turut mewarnai pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Berikut beberapa saham unggulan yang direkomendasikan William: PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Astra International Tbk (ASII), PT Indo Tambangraya Megah (ITMG), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).