B20 Indonesia: Perempuan Jadi Penopang Ekonomi Global

21 Juni 2022 9:54
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
B20 Indonesia: Perempuan Jadi Penopang Ekonomi Global (33591)
zoom-in-whitePerbesar
Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani. Foto: Dok. B20
ADVERTISEMENT
Chair of Business 20 atau B20 Indonesia Shinta Kamdani mengatakan bahwa perempuan memiliki kontribusi yang sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi global. Apalagi jika perempuan diberikan hak yang sama atau kesetaraan dalam kegiatan ekonomi.
ADVERTISEMENT
"Keterlibatan perempuan yang setara pada ekonomi global membawa peluang pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) USD 28 triliun pada tahun 2025 mendatang," ujar Shinta dalam forum Women in Business Action Council (B20 WiBAC) bertema Accelerating Inclusion of Women MSMEs in The Global Economy di Hotel Fairmont, Jakarta, Jumat (17/6).
Dia melanjutkan, apabila perempuan dan laki-laki berpartisipasi secara setara sebagai pengusaha, PDB global dapat bertumbuh sebesar 3-6 persen dan menambah USD 2,5-5,0 triliun pada perekonomian global.
Di Indonesia sendiri, pengusaha UMKM menyumbang 60 persen dari total ekonomi nasional dan 97 persen dari sisi penciptaan dan penyerapan kesempatan kerja, sebanyak 64 persen dari total pengusaha UMKM adalah perempuan.
Pada tahun ini, B20 Indonesia mengangkat UMKM sebagai salah satu prioritas. “Kita memiliki keterwakilan perempuan dari seluruh B20, 37 persen partisipasi B20 terdiri dari perempuan dan terbesar. Kita mengembangkan partisipasi perempuan terbanyak yang pernah ada,” ujar Shinta.
ADVERTISEMENT
Di Indonesia sendiri, pengusaha UMKM menyumbang 60 persen dari total ekonomi nasional. Sebanyak 64 persen dari total pengusaha UMKM adalah perempuan.
“G20 didominasi negara maju dan negara berkembang. Partisipasi didominasi berasal dari pemimpin bisnis dunia, tapi isu yang diangkat sekarang berhubungan dengan UMKM,” katanya.
Shinta menambahkan, B20 Indonesia membentuk platform bernama OGWE (One Global Women Empowerment) sebagai program akselerator untuk membekali 1.000 pebisnis perempuan dalam skala UMKM untuk meningkatkan kemampuan digital, serta memberikan akses pendanaan dan investasi.
“OGWE dibuat Indonesia khusus dan kita harap bisa dilanjutkan India tahun depan. B20 Indonesia sebagai wadah untuk showcase platform tersebut,” lanjutnya.
Shinta menekankan B20 Indonesia fokus untuk mengembangkan bisnis dari pelaku usaha di seluruh dunia. B20 Summit akan diselenggarakan tanggal 13-14 November di Bali, bersamaan dengan pertemuan kepala negara Presidensi G20.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
B20 Indonesia: Perempuan Jadi Penopang Ekonomi Global (33592)
zoom-in-whitePerbesar
B20 Indonesia Women in Business Action Council gelar forum bertema Accelerating Inclusion of Women MSMEs in The Global Economy, Jumat (17/6/2022). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
Sementara itu, Chair of B20 Women in Business Action Council Ira Noviarti mengatakan, B20 WiBAC merekomendasikan serangkaian kebijakan dan aksi dalam tiga tema utama, yaitu pemberdayaan pengusaha perempuan, mendorong kemampuan digital dan kepemimpinan perempuan, dan mendorong lingkungan kerja yang adil dan aman bagi semua.
Ketiga tema rekomendasi kebijakan dan aksi tersebut merupakan panduan bagi B20 WiBAC dalam menangani berbagai isu yang masih bergulir, termasuk kesenjangan pada pengusaha UMKM perempuan yang memainkan peran penting dan strategis dalam pertumbuhan ekonomi.
Ira mengatakan B20 WiBAC terus berusaha untuk menghasilkan rekomendasi dan kebijakan kolaboratif yang dapat membantu banyak perempuan dengan mendorong kemampuan wirausaha, kemampuan digital, kepemimpinan, serta memiliki akses yang sama pada peluang bisnis dan ekonomi yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari pelaku usaha, UMKM perempuan, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya untuk turut ambil bagian dalam membentuk masyarakat yang berpihak pada perempuan guna mendukung pertumbuhan ekonomi di dalam negeri maupun pada skala global,” kata Ira.
B20 Indonesia: Perempuan Jadi Penopang Ekonomi Global (33593)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri forum Side Event B20. Foto: Dok. B20
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menuturkan, pandemi COVID-19 mempengaruhi pemberdayaan perempuan. Berdasarkan studi Mckinsey, dunia akan kehilangan PDB USD 1 triliun apabila masalah pemberdayaan perempuan tidak teratasi.
“Tindakan yang diambil untuk mencapai perbaikan kesetaraan perempuan termasuk bidang pendidikan, kesehatan ibu, dan keuangan. Jika beban pekerja perempuan yang tidak dibayar ditekan, PDB secara global dapat meningkat secara signifikan dalam jumlah USD 13 triliun,” kata Sri Mulyani.
Menkeu menyebut Indonesia mengalami kemajuan dalam mengurus kesetaraan gender satu dekade terakhir. Pemerintah melibatkan banyak perempuan sebagai tenaga kerja. Kesetaraan ini yang menjadi penting.
ADVERTISEMENT
“Saat ini perempuan mendominasi angkatan kerja Indonesia sebesar 53,2 persen. Berdasarkan data BPS, 62 persen perempuan bekerja di sektor informal,” ujarnya.
Menurut Sri Mulyani, inklusi keuangan di level Indonesia di level rendah, sehingga pemerintah harus mengatasi masalah tersebut. Pemerintah menyadari perlunya tindakan untuk meningkatkan kesetaraan perempuan, khususnya inklusi keuangan.
“Ini sebabnya pemerataan inklusi keuangan penting bukan hanya membidik peluang ekonomi, namun juga untuk mengatasi kemiskinan. Pemerintah memiliki peran penting untuk mengatasi kemiskinan, apalagi Presiden Joko Widodo ingin tidak ada kemiskinan secara absolut di tahun 2024,” tambahnya.