kumparan
Bisnis24 Februari 2020 15:38

B30 Sukses, Pemerintah Bersiap Luncurkan B40 di Juli 2021

Konten Redaksi kumparan
Otomotif, B30, B20, Biodiesel, test road, ESDM
Pengujian bahan bakar B30 sudah 80 persen. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparan
Pemerintah akan mengimplementasikan program Biodiesel 40 persen atau B40 pada selambat-lambatnya pada Juli 2021. Program ini merupakan lanjutan dari penerapan bahan bakar campuran Biodiesel 30 persen atau B30.
ADVERTISEMENT
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini pemerintah tengah merampungkan roadmap yang dirancang khusus untuk mengakselerasi program tersebut.
"Khusus mengurangi impor pemerintah menyiapkan roadmap Biodiesel 40. Itu perlu,” ungkap Airlangga di Kantor BPPT, Jakarta, Senin (24/2).
Menurut Airlangga, peningkatan dari B30 menjadi B40 bertujuan untuk mengurangi impor bahan bakar minyak yang masih menjadi beban besar bagi neraca perdagangan Indonesia.
Dalam persiapan roadmap B40 tersebut, Airlangga berharap Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dapat turut membantu khususnya untuk melakukan uji coba.
"Diharapkan BPPT bisa menyiapkan uji coba, diharapkan Juli 2021 bisa diimplementasikan," ujarnya.
Ulang tahun Kaisar Jepang di Hotel Mulia
Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Menurut Airlangga, program B40 merupakan bagian dari roadmap industri 4.0. Fokus roadmap industri 4.0 yaitu hilirisasi impor, substitusi berbasis farmasi dan industri lain. Selain hilirisasi berbasis CPO, pemerintah juga akan melakukan hal sejenis pada sektor mineral. Seperti hilirisasi bauksit yang bisa menjadi aluminium dan alumina.
ADVERTISEMENT
Saat ini menurut Airlangga Hartarto, telah dibangun beberapa proyek aluminium di Kalimantan Barat dan di Pulau Bintan dengan kapasitas produksi diharapkan bisa mencapai 1 juta ton pada 2021.
“Sedangkan hilirisasi dari nikel ore diharapkan produksi stainless steel juga akan meningkat dan bahkan target ekspor sampai sekarang sudah mencapai USD 7 miliar," ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan satu lagi proyek di Morowali yaitu produksi karbon steel yang bisa menambah produksi senilai sekitar USD 3 miliar.
“Lalu, ke depannya juga bisa diciptakan minyak berbasis algae. Chevron sudah mempromosikan, lalu ini jadi tantangan BPPT untuk menerapkan. Sebagai negara penghasil algae yang cukup besar, jangan sampai kita ketinggalan oleh negara lain untuk memanfaatkan ini,” tandasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan