kumparan
2 Oktober 2019 7:53

Babak Baru Hubungan Sriwijaya Air dengan Garuda Indonesia

Ilustrasi Maskapai Garuda dan Sriwijaya Air
Ilustrasi Maskapai Garuda dan Sriwijaya Air. Foto: Shutter stock
Kisruh persoalan internal Sriwijaya Group kini mulai menemui perkembangan positif. Garuda Indonesia Group sepakat untuk kembali memeluk perusahaan keluarga Chandra Lie tersebut dengan opsi Kerja Sama Manajemen (KSM).
ADVERTISEMENT
Bagaimana babak baru kondisi kedua perusahaan ini? Berikut kumparan rangkum:
1. Garuda Indonesia Group Rujuk bersama Sriwijaya Group
Melalui konferensi pers yang dilakukan di kantor pusat Garuda Indonesia, Tangerang, Selasa (1/10), Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra yang juga mewakili Garuda Indonesia Group mengatakan, kesepakatan KSM dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kelaikan pesawat milik Sriwijaya Air.
"Jadi dengan kesepakatan KSM ini kami pihak Garuda dan Sriwijaya Air, pemegang saham berharap dengan momentum yang baik ini dapat menjadi titik turning point. Kita kembali lagi senantiasa pertama mengedepankan safety kelaikan Sriwijaya Air kita prioritas," katanya kepada media.
Garuda Indonesia Group Lakukan Kerjasama KSM Kembali Bersama Sriwijaya Group di Kantor Pusat Garuda Indonesia, Tangerang, Selasa (1/10)
Garuda Indonesia Group Lakukan Kerjasama KSM Kembali Bersama Sriwijaya Group di Kantor Pusat Garuda Indonesia, Tangerang, Selasa (1/10). Foto: Abdul Latif/kumparan
2. KSM Bikin Sriwijaya Group Dapat Pelayanan Suku Cadang dan Service Pelayanan GMF
Kesepakatan KSM ini memberikan keuntungan bagi Sriwijaya Group untuk kembali mendapat palayanan suku cadang hingga service melalui anak usaha perusahan pelat merah, GMF AeroAsia (GMFI).
ADVERTISEMENT
"Ya pokoknya memberikan layanan di line maintenance untuk operasional penerbangan mereka," kata Direktur Utama GMFI Tazar Marta Kurniawan usai konferensi pers kemarin.
3. Alasan Garuda Indonesia KSM Lagi Bersama Sriwijaya Group
Pertama, Juliandra menekankan soal keselamatan. Terjalinnya kerja sama ini lagi, armada Sriwijaya Air bisa kembali mengudara di langit Indonesia.
Kedua, rujuknya dua perushaan yang bergerak di industri penerbangan ini demi kepentingan pelanggan.
Ketiga, perdamaian Garuda Indonesia dengan Sriwijaya Group demi menyelamatkan industri penerbangan Indonesia.
"Dalam hal ini kita ingin mendukung kondisi Sriwijaya Air lebih baik lagi. Serta yang terakhir alasan atau pertimbangan kita adalah kita ingin ekosistem penerbangan di Indonesia," katanya.
Menteri BUMN Rini Soemarno, KIK DINFRA oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Menteri BUMN Rini Soemarno menyaksikan peluncuran KIK DINFRA oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk di Gedung BEI, Senin (15/4). Foto: Foto: Dok. Kementerian BUMN
4. Menteri Rini Merespons Positif
Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan terkait kerja sama kedua perusahaan ini. Menurutnya, yang paling terpenting yaitu soal kesehatan (keuangan) maskapai penerbangan yang berimbas kepada pelanggan.
ADVERTISEMENT
"Bagaimana yang terbaik, yang paling utama adalah untuk konsumen dan tentunya untuk kesehatan maskapai penerbangan di Indonesia," katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan