kumparan
16 Oktober 2019 19:19

Balai Kalibrasi Bandara Incar Pasar Vietnam dan Timur Tengah

Kepala Otoritas Bandara Wilayah I Kemenhub Bagus Sunjoyo memberikan keterampilan pers terkait pesawat Lion air di VIP Room Terminal 1 Bandara Soetta Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
Lembaga pemeliharaan pesawat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) menargetkan untuk bisa melayani kalibrasi fasilitas bandara-bandara di Vietnam dan Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
Kepala BBKFP Kemenhub Bagus Sunjoyo mengatakan, langkah ekspansi ini merupakan upayanya untuk mengembangkan bisnis lembaga mandiri ini. Sebab, BBKFP telah menjadi lembaga Badan Layanan Umum (BLU) sehingga pemerintah mendorong agar pengelolaan bisnis berjalan secara mandiri.
"Untuk pekerjaan kalibrasi yang untuk LN (luar negeri) kita lakukan di Timor Leste. Kita ingin mencoba ke Vietnam, juga ke Middle East, Timur Tengah juga akan mengarah ke sana. Juga enggak ada salahnya ke Afrika di sana kan jumlah bandaranya enggak sebanyak kita. Kita pertimbangkan dengan reposisi pesawat ke sana," katanya saat ditemui di Curug, Tangerang, Rabu (16/10).
Bagas mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan komunikasi mengenai rencana ekspansinya bersama negara Vietnam. Dalam kerja sama bisnis di luar negeri, BBKF ingin sepenuhnya layanan kalibrasi menggunakan jasa milik.
ADVERTISEMENT
"Kita juga ingin seperti Australia pakai perusahaan dari Jerman, kita juga ingin melakukan pendekatan dan kerja sama. Ada keinginan menggunakan pesawat kita. Kemampuan SDM kita sumber potensi kita terlihat di LN kalau hanya pesawatnya saja dipakai makanya enggak kita kasih," terangnya.
Lanjutkan pekerjaan pemasangan JPO di Tol Bandara, Jasa Marga berlakukan rekayasa lalulintas. Foto: Dok. Jasa Marga
BBKFP saat ini juga terus mengembangkan lini bisnis lain di samping lini bisnis utama yaitu kalibrasi fasilitas bandara. Bagus melanjutkan saat ini pihaknya juga menawarkan persewaan pesawat dan helikopter.
Untuk pesawat ada King Air 350 sebanyak dua unit dengan kapasitas masing-masing 8 orang. Sementara ada Jet Hooker 900 XP 1 unit dengan kapasitas 2 orang. Selanjutnya ada Helikopter Bell 429 dengan kapasitas 4 orang.
Tahun ini, Bagus menargetkan pendapatan Rp 119 miliar. Hingga triwulan III 2019, pendapatan tengah mencapai Rp 90 juta. Adapun target kalibrasi tahun ini 1.145 jam, sementara realisasi hingga triwulan III 2019 mencapai 1.090 jam.
ADVERTISEMENT
"Masih ada waktu sampai Desember. Tahun depan kita mengusulkan pengadaan pesawat satu jenis jet," katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan