Bamsoet: Beban Subsidi BBM Sudah Rp 502 T, Harga Minyak Naik Akan Menyulitkan

16 Agustus 2022 10:17
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan
ADVERTISEMENT
Ketua MPR Bambang Soesatyo menyebut kenaikan harga minyak dunia akan semakin menyulitkan APBN, terutama karena mengeluarkan subsidi lebih besar lagi.
ADVERTISEMENT
Dalam sidang tahunan DPR RI pada Selasa (16/8), Bambang menyinggung soal lonjakan harga minyak dunia yang jauh melebihi asumsi APBN 2022.
"Lonjakan harga minyak dunia pada awal April 2022 diperkirakan mencapai USD 98 per barel. Angka ini jauh melebihi asumsi APBN 2022 sebesar USD 63 per barel," ujar Bamsoet dalam sidang pada Selasa (16/8).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Di sisi lain, saat ini APBN sudah menggelontorkan cukup besar anggaran untuk memberi subsidi kenaikan harga BBM. Total subsidi untuk Pertalite, Solar, hingga LPG saat ini sudah mencapai Rp 502 triliun.
Besarnya anggaran tersebut harus dilakukan supaya tidak membebani kenaikan harga minyak pada masyarakat. Terlebih di tengah kondisi ekonomi yang baru saja akan pulih dari dampak pandemi.
ADVERTISEMENT
Menurut Bamsoet, bila kenaikan harga minyak dunia terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan kian menyulitkan pemerintah. "Kenaikan harga minyak yang terlalu tinggi, tentunya akan menyulitkan kita dalam mengupayakan tambahan subsidi," ujarnya.
Langkah tersebut, kata Bambang, mau tidak mau harus ditempuh supaya menekan inflasi. "Tidak ada negara lain yang memberikan subsidi sebesar itu," tegasnya.