Kumparan Logo
Warteg Gang Mangga
Warteg Gang Mangga

Banjir, Pengusaha Warteg Kehilangan Omzet hingga Rp 10 Juta per Hari

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warteg Gang Mangga Foto: Mela Nurhidayati Syamsiyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warteg Gang Mangga Foto: Mela Nurhidayati Syamsiyah/kumparan

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) berdampak pada pelaku usaha warung Tegal alias warteg. Mereka bahkan harus menutup dagangannya karena genangan air yang memasuki rumah dan menghambat aktivitas memasak.

“Kami terpaksa tutup. Mau gimana, masak enggak bisa kan banjir. Kalau laku, malah laku sekali. Tapi kami terpaksa tutup,” kata Penasihat Asosiasi Koperasi Warteg, Asmawi Aziz, saat dihubungi kumparan, Kamis (2/1).

Dia menjelaskan, banjir tak hanya menyulitkan pelaku usaha warteg dalam urusan masak. Tapi juga pegawai yang absen hingga bahan baku yang sulit diperoleh.

Warteg Gang Mangga Foto: Mela Nurhidayati Syamsiyah/kumparan

Saat ini, kata Aziz, beberapa kebutuhan pangan sulit dicari di pasar, misalnya sayur dan sejumlah bumbu masak. Akibat hal ini juga, hampir seluruh warteg di wilayah Jabodetabek terpaksa tutup hingga saat ini.

“Hampir seluruh warteg di wilayah Jabodetabek yang terpaksa tutup. Kami belum data berapa banyak tapi hampir semua wilayah,” tambahnya.

Untuk kerugian material, Asmawi tidak menyebut berapa jumlah pasti yang ditanggung saat banjir. Yang pasti, omzet pedagang warteg berkisar Rp 1-10 juta per hari melayang ketika mereka tutup.

“Yang jelas kan satu hari itu pedagang warteg bisa dapat omzet Rp 5-10 juta yang laris, atau Rp 1-3 juta yang warteg biasa saja, jadi hilang,” tutupnya.