kumparan
9 Jan 2019 13:16 WIB

Bank Mandiri Incar Transaksi E-money Rp 17,42 Triliun di 2019

Mandiri e-Money edisi Justice League (Foto: Puti Cinintya Arie Safitri/kumparan)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menargetkan pertumbuhan volume nominal transaksi e-money sebesar 30 persen atau sekitar Rp 17,42 triliun di 2019. Sementara pada tahun lalu, nilai nominal transaksi sebesar Rp 13,4 triliun.
ADVERTISEMENT
“Kalau di 2019 naik 30 persen (nominal) karena kartunya kan kita mau naik 5 juta kartu (e-money),” kata SEVP Consumer and Transaction Bank Mandiri Jasmin usai melakukan kerja sama bersama PT Pos Indonesia di Kantor Pos Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (9/1).
Selain itu, Jasmin menambahkan, keberadaan transportasi massal seperti MRT dan LRT akan turut mendorog pertumbuhan e-money pada tahun ini.
e money permudah transaksi di gerbang tol (Foto: Bank Mandiri)
Jasmin menyebutkan, frekuensi e-money setiap bulannya terjadi sekitar 130 juta kali transaksi.
“Karena selama ini ada 1 orang itu biasanya punya 4 kartu. Sebagian besar atau 80 persen dari (16,4 juta) kartu e-money digunakan untuk transaksi di tol,” lanjutnya.
Jasmin pun berharap, ke depan masyarakat dapat memanfaatkan e-money di beberapa sektor lainnya seperti membeli produk dan kebutuhan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
“Kita menyusul nanti merchant misalnya ada belanja di Indomaret, atau KFC sehingga masyarakat lebih mudah. Sebab cashless society itu mana yang paling digunakan untuk kebutuhan hidup kita,” terangnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan