Bank Mandiri: Penarikan Uang Tunai Capai Rp 27,8 T Saat Ramadhan & Lebaran 2022

9 Mei 2022 19:10
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Bank Mandiri: Penarikan Uang Tunai Capai Rp 27,8 T Saat Ramadhan & Lebaran 2022 (79029)
zoom-in-whitePerbesar
Pegawai menghitung uang tunai pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu yang akan dikirimkan ke kantor cabang di Sentra Kas Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (6/4/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat penarikan uang tunai selama periode ramadhan dan lebaran 2022 atau sejak 7 April-9 Mei 2022 mencapai Rp 27,8 triliun. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengatakan, realisasi tersebut naik 23,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 22,52 triliun.
ADVERTISEMENT
"Dapat kami sampaikan, pada periode Ramadhan hingga Idul Fitri 2022 (7 April-9 Mei 2022) total realisasi net tarik tunai Bank Mandiri mencapai Rp 27,8 triliun," ujar Rudi kepada kumparan, Senin (9/5).
Secara rinci, transaksi digital e-channel Bank Mandiri per April 2022 telah mencapai Rp 1.500 triliun, meningkat lebih dari 30 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Rudi menuturkan, jaringan Bank Mandiri telah tersebar di seluruh Indonesia yang meliputi 4.217 jaringan kantor hingga Maret 2022. Rinciannya, terdiri dari 2.572 kantor cabang dan 1.645 kantor mikro.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 13.119 unit ATM yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus, Electronic Data Capture (EDC) serta jaringan e-banking yang meliputi New Livin' by Mandiri, SMS Banking dan Call Center 14000," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) melaporkan, sepanjang momentum Ramadhan dan libur Idul Fitri 2022 realisasi penarikan uang tunai meningkat 16,6 persen dibandingkan realisasi tahun 2021 (yoy) atau dari sebesar Rp 154,5 triliun menjadi Rp 180,2 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan sebelum kondisi pandemi (Mei 2019) yang sebesar 9,21 persen (yoy).
"Realisasi tersebut masih dalam kisaran alokasi uang tunai yang telah dipersiapkan BI guna mengantisipasi kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2022," ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, Senin (9/5).