Bisnis
·
11 April 2019 12:24

Bank Mantap Kini Bisa Terima Setoran Pajak

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Bank Mantap Kini Bisa Terima Setoran Pajak (1749)
Peresmian Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap). Foto: Selfy Momongan/kumparan
Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia resmi menunjuk Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menjadi Bank Persepsi. Dengan demikian Bank Taspen dapat menampung setoran penerimaan negara berupa pajak.
ADVERTISEMENT
Peresmian Bank Persepsi ini dilakukan Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi, Direktur Pengelolaan Kas Negara Kemenkeu Didyk Choiroel, dan Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan Kemenkeu Saiful Islam, di Graha Mantap Jakarta, Kamis (11/4).
Menurut Nurkholis, penunjukan Bank Mantap menjadi Bank Persepsi merupakan bentuk kepercayaan dari Kementerian Keuangan untuk turut mendongkrak penerimaan negara. Nurkholis mengatakan pihaknya pun sangat menyambut positif penunjukkan tersebut.
Bahkan untuk memudahkan nasabah melakukan pembayaran pajak, Bank Mantap juga telah menyiapkan layanan digital Cash Management. Dengan layanan ini, para nasabah Bank Mantap dapat langsung bertransaksi pembayaran pajak.
"Sehingga Wajib Pajak dapat membayar kewajiban perpajakannya tanpa perlu datang ke teller. Diharapkan memberikan layanan optimal dalam penerimaan pajak negara," kata Nurkholis di Graha Mandiri Taspen, Jakarta, Kamis (11/4).
Bank Mantap Kini Bisa Terima Setoran Pajak (1750)
Peresmian Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap). Foto: Selfy Momongan/kumparan
Nantinya Bank Mantap dapat melayani seluruh nasabah baik korporasi maupun perorangan. Selain itu dalam menerima setoran penerimaan negara, Bank Mantap akan menggunakan sistem Modul penerimaan Negara Generasi Kedua (MPN G2).
ADVERTISEMENT
Nurkholis menambahkan, saat ini Bank Mantap mempunyai sebanyak 274 jaringan yang tersebar di 32 provinsi. Dia optimistis dapat membantu kelancaran proses perpajakan, membantu meningkatkan kepatuhan dan pendapatan pajak negara.
Sampai dengan akhir Maret 2019 total Aset yang dimiliki Bank Mantap berada di posisi Rp 21,60 triliun atau tumbuh sekitar 40,7 persen. Sedangkan posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 15,82 triliun atau tumbuh 41,7 persen.
Penyaluran kredit berkisar Rp 16,77 triliun atau meningkat 40,4 persen. Khusus untuk kredit pensiunan tercatat Rp 15,31 triliun atau tumbuh 51,5 persen. Sedangkan laba bersih tercatat Rp 99,5 miliar atau naik 28,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.