kumparan
31 Juli 2018 16:05

Bantu Keuangan Perusahaan, Rini Ajak Masyarakat Naik Garuda

Menteri BUMN Rini Soemarno di Zurich.
Menteri BUMN Rini Soemarno di Zurich. (Foto: Dewi Rachmat Kusuma/kumparan)
PT Garuda Indonesia Tbk mencatatkan penurunan kerugian sepanjang semester I 2018 hingga 60 persen menjadi USD 116 juta atau sekitar Rp 1,68 triliun (kurs Rp 14.400). Total kerugian tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 281,92 juta.
ADVERTISEMENT
Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku senang dengan capaian Garuda ini. Dia berharap, kerugian Garuda bisa terus berkurang ke depannya. Rini bilang, untuk bisa terus mendongkrak keuangan perusahaan, dirinya mengajak masyarakat untuk naik maskapai BUMN ini.
Kalau pun tidak sanggup, Rini bilang, masyarakat bisa membantu perusahaan dengan naik maskapai Citilink. Citilink merupakan anak usaha Garuda yang low budget.
“Mari kita semua punya komitmen, kalau bisa semua naik Garuda, minimal naik Citilink biar kita semua bisa perkuatkan kesehatan keuangan Garuda,” katanya dalam sambutan pencatatan perdana produk Kontrak Investasi Kolektif Efek Berangun Aset (KIK EBA) GIAA01 di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (31/7).
Pesawat Garuda Indonesia
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-300. (Foto: REUTERS/Beawiharta)
Dalam kesempatan ini, Rini juga bilang, Garuda Indonesia harus menjadi wajah pertama yang dilihat wisatawan, khususnya dari mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Karena itu, perbaikan di tubuh perusahaan berkode saham GIAA ini harus terus dilakukan.
ADVERTISEMENT
Jika ini bisa terealisasi dengan baik dan servis yang diberikan Garuda baik, jumlah wisatawan pun bisa terdongkrak sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo.
“Pak Jokowi menekan kita harus tingkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia. Karena itu, posisi Garuda ini penting agar beri gambaran wajah pertama yang dilihat ke indonesia. Servisnya prima. Ini (Garuda) sudah mendapat penghargaan kelima ya (sebagai maskapai terbaik),” pungkas Rini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan