kumparan
21 Oktober 2019 8:11

Barang Koleksi Bisa Jadi Investasi yang Menguntungkan, Berikut Tipsnya

Street Style
Tren tas mini di street style fashion week 2020. Foto: @streetrends, @oliviapalermo/ Instagram
Menjadikan barang-barang yang disukai sebagai bagian dari investasi kelihatannya menarik. Di samping menguntungkan secara finansial, ada kepuasan tersendiri bisa mempunyai barang yang dicari.
ADVERTISEMENT
Agar lebih maksimal dalam investasi tersebut, perencana keuangan, Ahmad Ghazali menjelaskan dari awal sudah harus ditentukan barang yang dibeli itu sebagai investasi atau hanya untuk koleksi.
“Hobi tertentu memang menarik bagi sebagian orang, namun perlu dibedakan antara membeli barang koleksi sebagai investor dengan sebagai kolektor,” kata Ghazali saat dihubungi kumparan, Senin (21/10).
Ghazali mengatakan biasanya kolektor akan senang memiliki tanpa memperhatikan keuntungannya. Sedangkan investor itu selain memiliki juga memikirkan untuk menjualnya jika harga cocok.
“Jadi mindset sejak awal membeli adalah untuk dinikmati dan dijual kembali, bukan hanya dikoleksi lalu jatuh hati sampai tak tega untuk menjualnya kembali,” ujar Ghazali.
Ilustrasi Tas Mewah
Ilustrasi tas mewah. Foto: dok. Louis vuitton
Selain itu, Ghazali menyarankan kalau niat membuat barang yang disuka sebagai investasi maka harus ikut komunitas. Hal tersebut agar didapatkan kabar terbaru mengenai barang yang diinvestasikan.
ADVERTISEMENT
“(Ikut komunitas) agar dapat update mengenai trend barangnya, update harga terbaru, termasuk pasarnya di mana saja,” ungkap Ghazali.
Lebih lanjut, Ghazali menegaskan barang yang akan diinvestasikan harus dijaga dengan baik. Menurutnya tidak menutup kemungkinan ada barang koleksi yang semakin berharga apabila sudah terpakai. Namun, ada juga barang yang menjadi lebih berharga jika masih dalam kondisi asli.
“Ada yang berharga jika masih dalam kondisi asli, tapi ada juga yang lebih berharga jika sudah direstorasi sehingga siap pakai. Pahami aturan main yang berbeda bagi tiap barang ini. Simpan juga box, kemasan atau petunjuk keaslian untuk mendapatkan harga yang maksimal,” tutur Ghazali.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan