kumparan
14 Februari 2020 18:02

Bawang Putih Diprediksi Kerek Inflasi Februari 2020

Ilustrasi bawang putih
Bawang putih yang dijual di pasar. Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Harga bawang putih yang masih tinggi diprediksi akan menyumbang inflasi selama Februari 2020. Apalagi hingga saat ini pemerintah belum memutuskan untuk impor demi menekan harga.
ADVERTISEMENT
Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah memprediksi, bawang putih akan menjadi salah satu komoditas pangan yang menyumbang inflasi selama bulan ini. Cabai merah hingga bawang merah pun diprediksi turut mendongkrak inflasi.
"Saya rasa iya (bawang putih), karena harganya juga sudah tinggi saat ini. Bawang merah, cabai merah, juga akan mendorong inflasi bulan ini," ujar Piter kepada kumparan, Jumat (13/2).
Ilustrasi bawang putih
Bawang putih yang dijual di pasar. Foto: ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Selain itu, kenaikan cukai rokok yang terjadi sejak 1 Januari 2020 juga dinilai akan mempengaruhi kenaikan komponen bahan makanan. Meski demikian, Piter hingga saat ini masih menghitung andil sejumlah komoditas tersebut ke inflasi.
"Kenaikan harga cukai rokok juga sepertinya masih akan berpengaruh ke inflasi nanti. Tapi angkanya semua ini masih saya hitung," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, pemerintah menargetkan inflasi bahan makanan atau volatile food sebesar 3-5 persen di 2020. Ini merupakan pertama kalinya pemerintah mematok target bahan makanan ke inflasi. Adapun inflasi selama tahun ini diprediksi 3 plus minus 1 persen.
Pekan lalu, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo memprediksi inflasi selama Februari 2020 sebesar 0,23 persen secara bulanan (mtm) dan 2,94 persen secara tahunan (yoy). Laju tersebut meningkat dibandingkan Januari 2020 yang sebesar 2,68 persen (yoy).
Dia menjelaskan, penyebab inflasi masih didorong oleh kenaikan harga bahan makanan, seperti bawang putih dan cabai.
"Inflasi dari kenaikan harga cabai, bawang putih, bawang merah, dan juga beberapa indikator lain seperti rokok dan minyak goreng," kata dia.
ADVERTISEMENT
Adapun dampak dari virus corona ke inflasi dinilai tidak akan terlalu besar. Namun menurutnya, BI dan pemerintah akan tetap mempererat koordinasi untuk memastikan dampak dari virus tersebut terutama ke impor barang dari China.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan