kumparan
17 Mar 2019 21:44 WIB

Beda Cara Ma'ruf dan Sandi Kelola Dana Riset

Cawapres no urut 01, Ma'ruf Amin (kiri) dan Cawapres no urut 02, Sandiaga Uno (kanan) mengikuti Debat Ketiga Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 di Hotel Sultan, Minggu, (17/3). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Indonesia diprediksi akan masuk ke dalam 5 negara besar dalam kategori Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk mewujudkan prediksi tersebut, diperlukan pengembangan dan pengelolaan dana riset.
ADVERTISEMENT
Calon Wakil Presiden Nomor Urut 1 Ma'ruf Amin mengatakan pihaknya bakal menginisiasikan dana riset abadi. Di samping, dana abadi yang telah ada sebelumnya yaitu dana pendidikan.
"Kami sudah sepakat untuk menyediakan dana abadi riset, di samping dana abadi pendidikan, dana abadi kebudayaan juga dana abadi riset," katanya dalam gelaran debat ketiga, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3).
Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin memaparkan visi dan misi saat mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Ma'ruf menambahkan, ia juga bakal menyatukan alokasi dana riset yang ada. Dengan begitu, dia mengklaim koordinasi akan terjalin dengan lebih baik.
"Nanti akan kita satukan supaya menjadi satu koordinasi dan akan bentuk badan riset nasional. Dan kami juga akan memaksimalkan rencana induk riset nasional yang sudah ada. Karena itu akan kita optimalisasi sehingga riset kita akan jadi lebih efektif," imbuh dia.
ADVERTISEMENT
Sementara, Cawapres 02 Sandiaga Uno menekankan dana riset akan digunakan bukan hanya untuk pengembangan teknologi, namun juga dimanfaatkan untuk menghubungkan berbagai stakeholder.
"Kita bicara 1 persen atau 2 persen dari anggaran kita yang dialokasikan di teknologi, menurut saya yang harus difokuskan adalah bagaimana mengkonsolidasikan bagaimana wirausaha akademik dan pemerintah bisa bersinergi," ujarnya.
Cawapres no urut 02, Sandiaga Uno mengikuti Debat Ketiga Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilu 2019 di Hotel Sultan, Minggu, (17/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Dengan begitu, ia lantas optimistis, talenta-talenta muda di seluruh pelosok negeri bakal menghasilkan terobosan-terobosan. Misalnya saja, pembuatan pupuk organik hasil riset untuk menopang sektor pertanian.
"Industri 4.0 ekonomi sinergis akan bersinergi. Jadi 2045 bukan hanya kita jadi 4 besar dunia, tapi juga menciptakan lapangan kerja indonesia," tandasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan