kumparan
14 September 2018 11:20

Beda Kubu di Pilpres: Saham Erick Thohir Melesat, Saham Sandi Melorot

Sandiaga Uno, Erick Thohir
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, dan Ketua Pelaksana INASGOC, Erick Thohir, Jumat (6/4/2018) (Foto: Instagram @erickthohir)
Erick Thohir telah ditunjuk sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) bagi pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dalam Pemilu Presiden 2019.
ADVERTISEMENT
Penunjukan tersebut memberikan sentimen positif bagi PT Mahaka Media Tbk (ABBA), perusahaan milik Erick Thohir. Saham ABBA kembali melesat tajam hari ini.
Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/9), hingga pukul 10.16 waktu JATS, saham ABBA melesat 34 poin (28,10 persen) ke posisi Rp 155.
Saham ABBA dibuka di level Rp 163, posisi tertinggi di Rp 163 dan terendah di Rp 122.
Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 7.678 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 1.841.370 saham senilai Rp 26,91 miliar.
Erick Thohir
Erick Thohir, Presiden Inter Milan. (Foto: Getty Images)
Namun, tidak demikian dengan PT Saratoga Investama Tbk (SRTG) milik Sandiaga Uno, yang terpilih menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Meskipun Sandiaga Uno tak lagi masuk jajaran dewan direksi maupun komisaris Saratoga, namun Sandiaga Uno masih mengempit lebih dari 5 persen kepemilikan saham di perusahaan tersebut.
ADVERTISEMENT
Saham SRTG justru melorot. Hingga pukul 10.59 waktu JATS, saham SRTG melorot 150 poin (3,66 persen) ke level Rp 3.950. Saham SRTG dibuka di Rp 4.000, mencapai posisi tertinggi di Rp 4.000 dan terendah di Rp 3.950. Saham SRTG ditransaksikan sebanyak 2 kali dengan nilai Rp 795 juta.
Sandiaga Uno
Sandiaga Uno nobar bareng Eddy Suparno. (Foto: Anggi Dwiky/kumparan)
Jika mengacu pada laporan keuangan perusahaan Erick Tohir, PT Mahaka Media Tbk (ABBA), dalam tiga tahun terakhir, Mahaka mencatatkan rugi bersih, meski nilai kerugiannya terus menurun. Tahun lalu kerugiannya sebesar Rp 37 miliar, turun dari dua tahun sebelumnya yang sebesar Rp 42 miliar (2016) dan Rp 45 miliar (2015).
Sementara itu, kinerja keuangan SRTG juga kurang membaik. Di semester I 2018 tercatat rugi Rp 1,032 triliun. Tahun 2017 masih mencatat laba Rp 3,231 triliun dan tahun 2016 mencatat laba Rp 5,669 triliun.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan