BEI: 45 Emiten Akan Rights Issue, Buru Dana Rp 36,9 Triliun

3 Agustus 2022 10:04
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi bursa efek. Foto: Helmi Afandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bursa efek. Foto: Helmi Afandi/kumparan
ADVERTISEMENT
Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan, terdapat 45 perusahaan atau emiten tercatat yang berada dalam daftar rencana aksi penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue, per 1 Agustus 2022.
ADVERTISEMENT
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan, total dana yang diperkirakan akan diperoleh melalui rights issue sebesar Rp 36,9 triliun. 45 emiten dalam pipeline rights issue tersebut berasal dari 17 perusahaan dari sektor finansial, 6 perusahaan dari sektor basic materials, dan 5 perusahaan dari sektor consumer cyclicals.
“Terdapat pula 3 perusahaan dari sektor energi, 3 perusahaan dari sektor transportation dan logistics, dan 3 perusahaan dari sektor infrastructures,” ujar Nyoman melalui pesan singkat, dikutip Rabu (3/8).
Sisa perusahaan lainnya adalah 2 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, 2 perusahaan dari sektor properti dan real estate, satu perusahaan dari sektor teknologi, dan satu perusahaan dari sektor healthcare.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Dengan total emiten tersebut, lanjut Nyoman, ini mencerminkan adanya kepercayaan perusahaan tercatat untuk memanfaatkan pasar modal Indonesia sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan.
ADVERTISEMENT

29 Perusahaan Telah Mencatatkan Saham di BEI

Sampai dengan tanggal 1 Agustus 2022, terdapat 29 perusahaan yang telah mencatatkan saham di BEI, dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 19,5 triliun.
“Sedangkan pada pipeline pencatatan saham, masih ada 32 calon perusahaan tercatat yang berada dalam antrean untuk mencatatkan sahamnya di BEI,” pungkasnya.
Menurut Nyoman, tren positif di pasar modal telah dimanfaatkan oleh para pelaku pasar modal dan pemangku kepentingan termasuk para pemilik perusahaan dalam melakukan pendanaan sesuai kebutuhan dan strategi internal perusahaan masing-masing.
Momentum pemulihan ekonomi nasional juga turut mendorong korporasi dalam melakukan penggalangan dana melalui pasar modal Indonesia, baik melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) maupun rights issue.
ADVERTISEMENT