kumparan
Bisnis9 April 2020 14:42

BEI Klaim Minat IPO Tetap Tinggi Meski IHSG Anjlok 26 Persen Karena Corona

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi bursa saham
Ilustrasi bursa saham. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Bursa saham dunia dan pasar modal Indonesia terguncang dihantam pandemi virus corona. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah anjlok 26,07 persen ke level 4.655,63 sejak awal tahun (year to date).
ADVERTISEMENT
Bahkan saking anjloknya, OJK mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan sementara perdagangan IHSG jika saham turun 5 persen.
Namun dalam kondisi yang penuh sentimen negatif ini, Bursa Efek Indonesia mengklaim minat IPO masih tinggi. Buktinya, tidak ada perusahaan yang menunda ataupun membatalkan IPO, semua berjalan sesuai pipeline.
"Dalam kondisi makro (external environment) yang dinamis seperti saat ini, kita patut bersyukur bahwa minat IPO di Indonesia tinggi. Berdasarkan Ernst & Young Global report, Indonesia menempati posisi tertinggi dari jumlah yang melakukan IPO di ASEAN sampai dengan saat ini," ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna kepada kumparan, Kamis (9/4).
Menurut Nyoman, ada beberapa pertimbangan yang membuat perusahaan tetap berani melaksanakan IPO meski performa IHSG tengah menurun.
ADVERTISEMENT
Pertama, yaitu kebutuhan dana dari perusahaan untuk mengembangkan usaha. Kedua, adanya dukungan kebijakan Otoritas Pasar Modal yang memberikan relaksasi jangka waktu umur Laporan Keuangan & Laporan Penilai dalam rangka Penawaran Umum yaitu selama 2 bulan.
pergerakan saham
Pekerja melintas layar monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
"Dan yang tidak kalah pentingnya juga, adalah adanya support dari investor pasar modal untuk berpartisipasi di perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana," ujarnya.
Seperti diketahui, dua hari terakhir ini BEI kedatangan total lima emiten baru. Dua emiten resmi melantai di bursa pada Rabu (8/4) yaitu emiten real estate, PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG) perusahaan tercatat ke-20, dan emiten tekstil, PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) yang menjadi emiten ke-21 pada tahun ini.
ADVERTISEMENT
Hari ini, Kamis (9/4) BEI kembali kedatangan tiga emiten baru yang merupakan emiten ke 22, 23 dan 24 untuk tahun ini. Ketiga emiten baru tersebut yaitu perusahaan pengelola gerai makanan cepat saji Texas Chicken, PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI), perusahaan arsitektur, PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY), dan perusahaan mebel PT Cahaya Bintang Medan Tbk (MBMF).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan