BEI Optimistis Pasar Modal RI Masih Menarik buat Calon Emiten IPO

10 Mei 2022 9:35
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
BEI Optimistis Pasar Modal RI Masih Menarik buat Calon Emiten IPO (64172)
zoom-in-whitePerbesar
Direktur penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
ADVERTISEMENT
Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis penggalangan dana di pasar modal Indonesia masih menjadi pilihan bagi perusahaan. Menurutnya, banyak calon emiten yang siap raup dana segar melalui initial public offering (IPO).
ADVERTISEMENT
Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan beberapa indikator pasar modal juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan mempertimbangkan pemulihan ekonomi Indonesia yang semakin membaik.
“Kami berupaya memberikan kemudahan bagi semua tingkatan perusahaan untuk dapat melakukan penggalangan dana (melalui IPO) di pasar modal. Berdasarkan data pipeline saham saat ini, terlihat minat perusahaan untuk dapat melakukan penggalangan dana di pasar modal Indonesia relatif kondusif,” ujarnya melalui pesan singkat, Senin (9/5).
Nyoman mengatakan sebagian kemudahan dan relaksasi telah diberikan bagi semua tingkatan perusahaan, yang diwujudkan dengan penyesuaian peraturan dan penyusunan kajian terkait mekanisme pencatatan saham. Ia yakin bahwa semua hal positif tersebut turut memberikan optimisme tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Hingga saat ini, telah tercatat 19 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 18,3 triliun,” katanya.
BEI Optimistis Pasar Modal RI Masih Menarik buat Calon Emiten IPO (64173)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Di samping itu masih terdapat 36 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI dengan klasifikasi aset perusahaan merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017. Daftar perusahaan tersebut didominasi oleh 16 perusahaan aset skala besar, disusul 14 perusahaan aset skala menengah. Sementara itu, ada enam perusahaan yang tergolong aset skala kecil.
Secara sektoral, perusahaan yang tergolong dalam sektor barang konsumer primer dan consumer non primer masing-masing terdiri dari tujuh perusahaan. Disusul lima perusahaan dari sektor infrastruktur.
Kemudian, perusahaan yang tergolong dalam sektor transportasi dan logistik, energi, properti dan real estate masing-masing mempunyai tiga perusahaan. Sedangkan sektor teknologi, kesehatan, bahan baku, dan industrial memiliki masing-masing dua perusahaan.
ADVERTISEMENT