Bisnis
·
15 Desember 2017 15:46

Belum Punya SNI, Bagaimana Standar Keamanan Pertamini Buatan Bekasi?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Belum Punya SNI, Bagaimana Standar Keamanan Pertamini Buatan Bekasi? (1259069)
searchPerbesar
Pertamini Manual Buatan Bengkel Jaya Mardani (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)
Bengkel Jaya Mardani yang terletak kawasan Mustikajaya, Bekasi, Jawa Barat, adalah salah satu produsen pom bensin mini atau pertamini. Setiap bulan bengkel ini bisa memproduksi rata-rata 30 unit pertamini.
ADVERTISEMENT
Adapun jenis pertamini yang diproduksi bengkel Jaya Mardani, yaitu pertamini manual dan pertamini elektrik. Pertamini manual memiliki komposisi nozzle, selang, drum dengan kapasitas 210 liter, pompa dan tabung yang dijual seharga Rp 6,5 juta per unit. Sedangkan pertamini yang elektrik dilengkapi mesin komputerisasi dan bisa diatur sesuai kemauan. Pertamini elektrik dilepas dengan harga Rp 12 juta-20 juta per unit.
Namun rupanya, pertamini yang dibuat bengkel Jaya Mardani belum memiliki label SNI (Standar Nasional Indonesia). Padahal SNI penting agar produk tersebut aman digunakan.
Belum Punya SNI, Bagaimana Standar Keamanan Pertamini Buatan Bekasi? (1259070)
searchPerbesar
Pertamini di Bekasi (Foto: Yuana Fatwalloh/Kumparan)
"Belum, standar kita aja. Kalau SNI kan mahal lagi jualnya, barang-barangnya," ungkap pemilik bengkel Jaya Mardani Najmi Syauqi saat dijumpai kumparan (kumparan.com) di bengkelnya, Kamis (14/12).
ADVERTISEMENT
Walaupun tidak memiliki label SNI, selama ini tidak ada masalah dari produk pertamini yang diproduksi bengkel Jaya Mardani. Pertamini produksi mereka aman-aman saja.
"Selama ini aman ya, aman,” tegasnya.
Belum Punya SNI, Bagaimana Standar Keamanan Pertamini Buatan Bekasi? (1259071)
searchPerbesar
Pertamini Manual Buatan Bengkel Jaya Mardani (Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan)
Agar pengguna pertamini aman menggunakan, Najmi telah menempelkan stiker 'Dilarang Merokok'. Itu adalah peringatan sekaligus prosedur keamanan yang wajib ditaati pengguna pertamini.
"Ya pertama jauh dari rokok, itu sudah ditulis 'Dilarang Merokok'. Kadang-kadang saya temui yang jual sambil merokok,” terangnya.