kumparan
3 Agustus 2018 14:56

BI Prediksi Ekonomi RI Kuartal II 2018 Hanya Tumbuh 5,15 Persen

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2018 tumbuh 5,15 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka ini lebih rendah dari prediksi pemerintah sebesar 5,2-5,3 persen (yoy).
ADVERTISEMENT
Namun demikian, prediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2018 tersebut lebih tinggi jika dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 5,06 persen (yoy).
“Kami perkirakan kuartal II tumbuh 5,15 persen, sejalan dengan inflasi yang terjaga,” ujar Perry di kompleks BI, Jakarta, Jumat (3/8).
Menurut dia, konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Selain itu, inflasi yang relatif rendah di Juli 2018 sebesar 0,28 persen secara bulanan atau month to month (mtm) masih terkendali.
"Ekspektasi inflasi terjangkar dengan baik. Tekanan inflasi juga masih tetap rendah," katanya.
Menteri Koordinator, Perekonomian, Darmin Nasution
Menteri Koordinator, Perekonomian, Darmin Nasution. (Foto: Nicha Muslimawati/kumaparan)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya juga memprediksi konsumsi rumah tangga di kuartal II 2018 bisa mencapai 5 persen (yoy). Adapun pertumbuhan ekonomi diprediksi 5,2-5,3 persen (yoy).
ADVERTISEMENT
"Ya (konsumsi rumah tangga) bisa mendekati, busa makin dekat, ya nanti 5 persen lah. Kalau kuartal II perkiraan saya membaik, saya feeling-nya 5,2-5,3 persen," jelas Darmin.
Konsumsi rumah tangga sebagai komponen pengeluaran dan memiliki share terbesar dalam pertumbuhan ekonomi, sejak kuartal IV 2016 berada di bawah 5 persen, yakni 4,99 persen (yoy). Angka ini terus melorot, bahkan sepanjang 2017 konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 4,95 persen (yoy).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan