Blue Bird Mau Bagi Dividen Rp 228 Miliar, Catat Tanggalnya

15 Juni 2024 18:02 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
PT Blue Bird Tbk resmi meluncurkan Lifecare Taxi pakai unit Toyota Voxy yang dimodifikasi untuk memudahkan konsumen difabel dan memiliki kebutuhan khusus. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
PT Blue Bird Tbk resmi meluncurkan Lifecare Taxi pakai unit Toyota Voxy yang dimodifikasi untuk memudahkan konsumen difabel dan memiliki kebutuhan khusus. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Blue Bird Tbk (Bluebird) menyetujui akan membagikan dividen sebesar Rp 228 miliar atau Rp 91 per lembar saham.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama Bluebird, Adrianto Djokosoetono mengatakan, pembagian dividen tunai ini setara dengan 50,27 persen dari laba bersih entitas induk tahun 2023 sebesar Rp 453 miliar.
"Bluebird membagikan dividen sebagai komitmen, penghargaan, serta memberikan nilai tambah kepada pemegang saham atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Perseroan dalam menghadapi tantangan dan mampu bertumbuh dengan cepat," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (15/6).
Pembagian dividen ini akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat pada daftar pemegang saham Bluebird pada tanggal 27 Juni 2024, dengan pembayaran yang akan dilakukan pada tanggal 12 Juli 2024.
Adrianto mengatakan, sepanjang tahun 2023 perseroan telah melakukan berbagai kebijakan bisnis demi memberikan dampak positif dalam peningkatan kinerja di tengah dinamika industri yang terjadi.
ADVERTISEMENT
Di akhir 2023, Perseroan mengoperasikan total 23.000 armada untuk semua segmen usaha atau meningkat sekitar 2.100 unit secara tahunan dan berhasil membukukan pendapatan bersih Rp 4,4triliun, tumbuh 23 persen dibandingkan tahun 2022. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kepercayaan pelanggan dan utilisasi armada yang tinggi didukung oleh peningkatan mobilisasi.
Pencapaian ini juga lebih tinggi jika dibandingkan pendapatan bersih sebelum pandemi Covid-19, sebesar Rp 4 triliun di tahun 2019. Selain itu, EBITDA Perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 22 persen secara tahunan, yaitu menjadi Rp1,1 triliun.
Menurutnya, kinerja keuangan yang solid ini mencerminkan hasil dari berbagai strategi inovatif dan efisien yang diimplementasikan sepanjang tahun 2023.
"Kami bersyukur dan senang dengan hasil yang telah dicapai dan percaya bahwa ini adalah bukti nyata dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham," kata Adrianto.
ADVERTISEMENT