Bisnis
·
1 September 2021 12:33
·
waktu baca 3 menit

BPH Migas Minta Pertamina Genjot BBM Ramah Lingkungan, Minimal Pertalite

Konten ini diproduksi oleh kumparan
BPH Migas Minta Pertamina Genjot BBM Ramah Lingkungan, Minimal Pertalite (33745)
searchPerbesar
Petugas SPBU melayani masyarakat dengan mengisi BBM jenis Pertalite. Foto: ANTARA FOTO/Olha Mulalinda
Usai memberikan Perubahan Surat Keputusan Penerima Penugasan PT Pertamina (Persero) pada Selasa (31/8), Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati mengingatkan PT Pertamina (Persero) agar mempercepat produksi dan distribusi BBM yang lebih ramah lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku dan arahan Menteri ESDM dalam dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (26/8) yang lalu.
ADVERTISEMENT
"Terkait isu lingkungan, kami berharap PT Pertamina (Persero) segera menyelesaikan Roadmap BBM Ramah Lingkungan, minimum RON 91 sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri LHK Nomor 20 Tahun 2017 Tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, Kategori N, dan Kategori O,"ujar Erika seperti dikutip dari laman Kementerian ESDM, Rabu (1/9).
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya sejak tahun lalu dengan mengusung tema BBM yang lebih ramah lingkungan dan untuk mensupport program pemerintah ke arah Net Zero Emission di tahun 2060 dan penurunan carbon emisi sebesar 29 persen di tahun 2030, maka Pertamina mulai melaksanakan Program Langit Biru.
"Kita mengedukasi masyarakat untuk menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan dan kalau kita lihat bulan Agustus 2021 penyediaan dan penyaluran dan pendistribusian JBKP Premium RON 88 itu hanya 30 persen yang sisanya ini beralih ke Pertalite dan Pertamax," kata Nicke.
BPH Migas Minta Pertamina Genjot BBM Ramah Lingkungan, Minimal Pertalite (33746)
searchPerbesar
Sejumlah pengendara kendaraan bermotor mengisi bahan bakar pertalite di SPBU, Jakarta. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Dengan shifting yang dilakukan ini maka Nicke menambahkan, Pertamina telah memberikan kontribusi dalam penurunan karbon emisi itu sebesar 17 juta ton untuk program ini.
ADVERTISEMENT
"Tentu kita berharap nanti kalau ini terus kita tingkatkan kesadaran masyarakat, edukasi sekaligus juga kita memberikan reward untuk masyarakat yang berpindah menggunakan BBM yang lebih baik ini kita harapkan tentu dengan dukungan dari Bapak ibu semua kita akan bisa memberikan kontribusi yang lebih baik lagi terhadap penurunan emisi," tegas Nicke.

BPH Migas: Solar dan Premium Harus Tepat Sasaran

Pada kesempatan ini, Erika juga meminta kepada Pertamina melalui anak perusahaannya PT Pertamina Patra Niaga selaku pelaksana pendistribusian Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) agar dapat mendistribusikannya dengan tepat sasaran.
BBM yang termasuk JBKP adalah Premium, sedangkan yang termasuk JBT adalah Solar dan minyak tanah.
"Sesuai dengan amanat Pasal 46 ayat (2) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, bahwa fungsi utama dari BPH Migas yaitu melakukan pengaturan agar ketersediaan dan distribusi BBM dan Gas Bumi yang ditetapkan Pemerintah dapat terjamin diseluruh wilayah NKRI dan meningkatkan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri," ujar Erika.
BPH Migas Minta Pertamina Genjot BBM Ramah Lingkungan, Minimal Pertalite (33747)
searchPerbesar
Dirut Pertamina Nicke Widyawati. Foto: Dok. Pertamina
Erika meminta kepada PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Patra Niaga selaku Pelaksana Penugasan Penyediaan dan Pendistribusian JBT dan JBKP Tahun 2018 sampai dengan 2022 agar dapat melaksanakan distribusi BBM secara bertanggung jawab dan tepat sasaran.
ADVERTISEMENT
"Selamat melaksanakan penugasan, dan kami berharap dapat melaksanakan penugasan ini dengan baik dan juga mohon dijaga agar penyediaan dan pendistribusian JBT dan JBKP ini dapat tetap sasaran, itu harapan kami dan juga kepada Pertamina meskipun penugasan ini akan dilaksanakan oleh PT Pertamina Patra Niaga sebagai subholding Pertamina tetap bertanggung jawab atas penugasan ini," lanjut Erika.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020