BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2024 Besok, Ekonom Proyeksi di Atas 5%

5 Mei 2024 15:59 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Minggu (1/5). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Minggu (1/5). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sejumlah ekonom memproyeksi ekonomi Indonesia akan tumbuh 5 persen secara tahunan atau year on year (you) di kuartal I 2024. Hal itu, ditopang oleh kegiatan konsumsi di bulan Ramadan hingga Lebaran.
ADVERTISEMENT
Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2024 besok, Senin (6/5).
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memproyeksi ekonomi RI tumbuh 5,17 persen yoy di kuartal I 2024. Angka itu jauh lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2023 sebesar 5,04 persen.
"Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2024 diperkirakan akan berkisar 5,17 persen yoy, yang mencerminkan peningkatan dari pertumbuhan 5,04 persen yoy pada kuartal sebelumnya,” kata Josua kepada kumparan, Minggu (5/5).
Menurutnya, peningkatan pertumbuhan ekonomi RI sebagian besar disebabkan oleh pergeseran bulan Ramadan, periode peningkatan permintaan secara musiman, dari kuartal kedua di tahun sebelumnya ke kuartal pertama di tahun ini. Pergeseran ini menyebabkan efek low-base, yang berkontribusi pada pertumbuhan yang lebih tinggi.
Vice President Economist Permatabank Josua Pardede. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan
Selain itu, peningkatan pengeluaran yang terkait dengan Pemilihan Presiden 2024 semakin mendorong pengeluaran pemerintah dan lembaga non-profit yang melayani rumah tangga, termasuk partai politik.
ADVERTISEMENT
Secara kuartalan, Josua memperkirakan tingkat pertumbuhan akan terkontraksi sekitar minus 0,78 persen qoq, konsisten dengan pola musiman normalisasi pertumbuhan setelah liburan akhir tahun.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan akan meningkat sejalan dengan permintaan musiman selama bulan Ramadan, bertepatan dengan pemberian tunjangan hari raya (THR). Namun, hal ini akan dibatasi oleh inflasi makanan yang lebih tinggi terkait dengan El Nino.
“Akibatnya, kami mengantisipasi bahwa pertumbuhan konsumsi rumah tangga akan relatif flat di kisaran 4,68 persen yoy pada kuartal I 2024 dari kuartal IV 2023 yang tercatat 4,47 persen yoy,” ungkapnya.
Warga melintas dengan latar belakang gedung bertingkat di kawasan Cideng, Jakarta, Rabu (9/2/2022). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Josua mengungkapkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2024 akan ditopang oleh kebijakan fiskal dan moneter yang bertujuan untuk menyeimbangkan stabilitas dan pertumbuhan.
ADVERTISEMENT
“Secara keseluruhan, kami mengantisipasi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 akan tetap tangguh, tumbuh sebesar 5,07 persen, dibandingkan dengan 5,05 persen pada tahun 2023,” kata Josua.
Terpisah, Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,15 persen yoy di kuartal I 2024.
“Kondisi perekonomian domestik dipenuhi berbagai peristiwa selama tiga bulan pertama tahun 2024. Penyelenggaraan Pemilu, dibarengi dengan adanya beberapa periode libur panjang, memiliki potensi untuk mendorong tingkat konsumsi secara umum,” kata Riefky.
Menurutnya, perayaan bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi domestik lebih lanjut.
Riefky bilang realisasi investasi jauh melampaui target selama triwulan pertama 2024, yakni meningkat sebesar 22,1 persen yoy menjadi Rp 401,5 triliun dengan investasi langsung asing (FDI) menyumbang lebih dari setengah dari total investasi. Tingkat investasi ini mencerminkan tingkat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia saat ini.
ADVERTISEMENT
“Berdasarkan hal tersebut, kami memproyeksikan PDB tumbuh sebesar 5,15 persen yoy di triwulan I 2024 dengan kisaran proyeksi 5,12-5,17 persen yoy serta 5,1 persen sepanjang tahun fiskal 2024 dengan kisaran proyeksi 5-5,1 persen,” tegasnya.