BRI Bidik Rasio Kredit UMKM Capai 85 Persen di 2024

27 Oktober 2023 19:51 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi program inklusi keuangan BRI. Foto: BRI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi program inklusi keuangan BRI. Foto: BRI
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Bisnis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dinilai masih akan tetap kuat di tengah ketidakpastian global. Pengamat perbankan, Paul Sutaryono, menilai perbankan pada tahun ini masih sulit untuk menggenjot kredit UMKM memenuhi ketentuan. Kendati demikian, menurutnya di antara bank papan atas, hanya BRI yang telah memenuhi rasio kredit UMKM.
ADVERTISEMENT
“Mengapa? Lantaran coretan business mereka kredit korporasi bukan UMKM,” kata Paul dalam keterangannya, Jumat (27/10).
Dengan demikian pangsa pasar kredit UMKM yang dikuasai BRI belum akan goyah. Penyaluran kredit UMKM BRI, khususnya mikro, merupakan penopang pertumbuhan penyaluran dana bank pelat merah tersebut.
BRI sendiri membidik rasio kredit tersebut dapat mencapai 85 persen pada 2024 dan optimistis dapat mencapai target tersebut. Sebagai bank pelat merah yang diberikan mandat oleh pemerintah untuk terus menggarap sektor UMKM, BRI saat ini memiliki sejumlah program pemberdayaan UMKM, di antaranya Desa BRILian, Klasterku Hidupku, Link UMKM, dan Pasar Rakyat Indonesia (PARI).
Keempat strategi tersebut memiliki keunikan masing-masing. Desa Brilian, misalnya, merupakan program pemberdayaan desa untuk melahirkan panutan dalam pengembangan usaha dengan semangat mengoptimalkan sumber daya yang ada.
ADVERTISEMENT
Harapannya, desa yang menjadi panutan dapat direplikasi di tempat lainnya. Program tersebut telah bergulir sejak 2020 dan diikuti 0leh lebih dari 2.000 desa aktif. Tahun ini bank membidik tambahan 1.000 desa baru. Seluruh strategi tersebut kemudian didukung oleh 7.980 cabang, 666.038 agen BRILink, dan lebih dari 1.000 outlet Senyum, serta Super Apps BRImo.
BRI konsisten hadir meningkatkan kapabilitas pelaku usaha di Tanah Air melalui berbagai program pemberdayaan. Terkait hal ini, Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto mengungkapkan bahwa perseroan memiliki cita-cita untuk menjadi The House Bank for SMEs (Small and Medium-Sized Enterprises) in Indonesia, dan hal ini tentunya membutuhkan upaya-upaya strategis.
“Karena kita tahu sebetulnya yang dibutuhkan oleh para pelaku UMKM itu adalah pendampingan, edukasi. Artinya betul-betul mendampingi bagaimana UMKM menjalankan usahanya. Journey ini kita buat, bahkan sekarang sampai di level ultra mikro meningkat ke mikro, meningkat ke kecil, menengah dan seterusnya,” kata Amam.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, lanjut Amam, BRI senantiasa hadir mendampingi pelaku UMKM, termasuk di segmen UKM, agar mereka dapat meningkatkan kapabilitasnya, bertumbuh dan naik kelas. “Tentunya hal ini dilakukan melalui upaya-upaya kami mulai dari unit, kemudian kantor cabang, kantor wilayah, hingga kantor pusat,” tambahnya.
Beberapa program flagship yang dijalankan BRI di antaranya Growpreneur (program aktivasi pemberdayaan dan pendampingan bagi UKM), BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR, pendampingan dan pemberdayaan melalui Rumah BUMN, hingga Pengusaha Muda BRILian. Dalam melayani pelaku bisnis kecil dan menengah tersebut, BRI pun berkomitmen menghadirkan layanan jasa perbankan yang cepat (fast), mudah (simple) dan aman (secure).
Hingga akhir September 2023 BRI berhasil mendorong penyaluran kredit tumbuh 12,53% yoy menjadi Rp 1.250,72 triliun. Khusus penyaluran kredit UMKM, tercatat tumbuh 11,01% dari semula Rp935,86 triliun pada Kuartal III-2022 menjadi Rp 1.038,90 triliun pada Kuartal III-2023, sehingga porsi kredit UMKM BRI terhadap total kredit mencapai 83,06%.
ADVERTISEMENT