BTPN Kantongi Laba Bersih Rp 1,6 T di Semester I 2022

2 Agustus 2022 17:17
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Logo bank BTPN Foto: Logo bank BTPN
zoom-in-whitePerbesar
Logo bank BTPN Foto: Logo bank BTPN
ADVERTISEMENT
PT Bank BTPN Tbk (BTPN) membukukan laba bersih setelah pajak secara konsolidasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada akhir kuartal II atau semester I 2022 sebesar Rp 1,675 triliun.
ADVERTISEMENT
Plt Direktur Utama Bank BTPN Kaoru Furuya mengatakan, pencapaian tersebut naik 2 persen dari periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy) sebesar Rp 1,641 triliun.
“Bank BTPN berhasil menunjukkan kinerja baik sepanjang semester-I tahun ini. Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi kami yang senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit sekaligus memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi nasional,” katanya saat konferensi pers, Selasa (2/8).
Furoya menjelaskan, kontribusi peningkatan laba bersih di antaranya penurunan beban bunga sebesar 9 persen (yoy) serta peningkatan pendapatan operasional lainnya sebesar 5 persen (yoy), meskipun biaya operasional meningkat 2 persen (yoy) dari Rp 3,44 triliun ke Rp 3,50 triliun.
Plt Direktur Utama Bank BTPN Kaoru Furuya. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Plt Direktur Utama Bank BTPN Kaoru Furuya. Foto: Dok. Istimewa
Adapun Bank BTPN mencatat peningkatan aset sebesar 11 persen (yoy), dari Rp 175,93 triliun menjadi Rp 195,47 triliun pada kuartal II 2022. Hal ini juga didukung oleh pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit di industri perbankan sebesar 9,03 persen (yoy) per Mei 2022.
ADVERTISEMENT
Menurut Furoya, permintaan kredit tumbuh dari segmen korporasi sebesar 22 persen (yoy) dan kredit syariah 11 persen (yoy), sehingga total kredit yang disalurkan Bank BTPN per akhir Juni 2022 mengalami peningkatan sebesar 10 persen (yoy) ke posisi Rp 149,26 triliun.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Dia melanjutkan, Bank BTPN mampu menjaga kualitas kredit, tercermin dari rasio gross Non-Performing Loan (NPL) berada di level 1,35 persen, menurun dari tahun lalu sebesar 1,46 persen dan masih relatif rendah dibanding rata-rata industri yang tercatat sebesar 3,04 persen pada akhir Mei 2022.
Bank BTPN mengoptimalkan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) melalui penyesuaian dengan kebutuhan pendanaan kredit dan kebutuhan likuiditas Bank, sehingga DPK Bank BTPN tercatat meningkat sebesar 7 persen (yoy) dari Rp 96,64 triliun pada akhir Juni 2021 menjadi Rp 103,17 triliun pada akhir Juni 2022.
ADVERTISEMENT
Hal ini disebabkan oleh meningkatnya saldo Current Account Saving Account (CASA) sebesar 38 persen, dari Rp 28,28 triliun menjadi Rp 38,93 triliun, sehingga rasio CASA meningkat dari 29,3 persen menjadi 37,7 persen.
Sementara time deposit BTPN turun sebesar 6 persen menjadi Rp 64,24 triliun. Kata Furoya, upaya menghimpun DPK dilakukan sejalan dengan upaya menekan biaya dana seiring dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang masih rendah, cost of fund (Rupiah) turun dari 3,6 persen menjadi 2,9 persen.
Bank BTPN juga mencatat penambahan biaya kredit sebesar 6 persen menjadi Rp 740 miliar. Kemudian, pendapatan bunga bersih meningkat sebesar 2 persen (yoy) menjadi Rp 5,72 triliun pada paruh pertama tahun ini.
Peningkatan ini dikontribusikan oleh pertumbuhan kredit dan penurunan beban bunga sebesar 9 persen menjadi Rp 1.704 miliar, dengan meningkatnya saldo CASA serta menurunnya suku bunga time deposit, namun di sisi yield terjadi penurunan, sehingga berdampak pada lebih rendahnya NIM dari 6,76 persen pada kuartal II 2021 menjadi 6,34 persen pada kuartal II 2022.
ADVERTISEMENT
Bank BTPN juga menjaga rasio likuiditas dan pendanaan berada di tingkat yang sehat, dengan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 181,3 persen dan net stable funding ratio (NSFR) 121,3 persen pada posisi 30 Juni 2022. Bank mencatat rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) 25,2 persen.