Bukalapak Cetak Laba Bersih Rp 3,61 T Berkat Investasi di Allo Bank

31 Oktober 2022 15:01
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Platform e-commerce Bukalapak. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Platform e-commerce Bukalapak. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan
ADVERTISEMENT
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengumumkan kinerja perusahaan untuk kuartal ketiga yang berakhir pada 30 September 2022. Bukalapak terus menunjukkan pertumbuhan yang positif.
ADVERTISEMENT
Mengutip keterangan tertulis, Bukalapak mencetak laba bersih sebesar Rp 3,61 triliun pada periode sembilan bulan tahun 2022, atau meningkat sebesar 421 persen dari rugi bersih sebesar Rp 1,12 triliun pada periode sembilan bulan tahun 2021.
Kemudian Bukalapak membukukan laba operasional sebesar Rp 3,53 triliun pada periode sembilan bulan tahun 2022, atau mengalami peningkatan sebesar 391 persen dari rugi operasional sebesar Rp 1,21 triliun pada sembilan bulan tahun 2021.

Cetak Laba Bersih Berkat Investasi Allo Bank (BBHI)

Perusahaan mengaku kenaikan laba ini disebabkan oleh laba nilai investasi marked-to-market dari PT Allo Bank Tbk (BBHI).
Sementara pendapatan Bukalapak pada kuartal III 2022 tumbuh sebesar 86 persen menjadi Rp 898 miliar dari kuartal III 2021. Sementara pendapatan Bukalapak pada periode sembilan bulan tahun 2022 meningkat sebesar 92 persen, yakni Rp 2,58 triliun.
ADVERTISEMENT
Pendapatan mitra pada kuartal III 2022 meningkat sebesar 131 persen menjadi Rp 477 miliar, sedangkan pendapatan mitra pada periode sembilan bulan tahun 2022 tumbuh sebesar 191 persen dari sembilan bulan tahun 2021 menjadi Rp 1,44 triliun.
Kontribusi mitra Bukalapak terhadap pendapatan Perseroan menunjukkan peningkatan dari 43 persen pada kuartal III 2021 menjadi 53 persen pada kuartal III 2022. Setelah mengalami pertumbuhan pendapatan QoQ yang berkelanjutan, pada kuartal ketiga Perseroan fokus untuk menghasilkan pendapatan dengan biaya yang lebih rendah dan untuk pertama kalinya mencatat margin kontribusi positif.
Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Bukalapak, Bambang Brodjonegoro menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Bukalapak, Bambang Brodjonegoro menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Foto: Dok. Istimewa
Total Processing Value (TPV) selama kuartal ketiga tahun 2022 tumbuh sebesar 32 persen menjadi Rp 41,3 triliun dibandingkan kuartal ketiga tahun 2021.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sebanyak 74 persen TPV Perseroan berasal dari luar daerah Tier 1 di Indonesia, terlihat dari penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung serta toko ritel tradisional terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat.
ADVERTISEMENT
Mitra Bukalapak terus menghasilkan pertumbuhan yang baik, ditandai TPV Mitra pada kuartal III 2022 bertambah sebesar 23 persen menjadi Rp 19,7 triliun dibandingkan kuartal III 2021.
Pada periode sembilan bulan tahun 2022, TPV mitra tumbuh sebesar 37 persen menjadi Rp 54,7 triliun dari periode sembilan bulan tahun 2021. Pertumbuhan Mitra ini didukung oleh berkembangnya variasi produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para Mitra.
Hingga akhir September 2022, jumlah mitra yang telah terdaftar mencapai 15,2 juta, meningkat dari 11,8 juta pada akhir Desember 2021.
Hingga September 2022, Bukalapak berusaha menekan biaya dan insentif serta tetap mendorong tumbuhnya pendapatan. Bukalapak telah menunjukkan kemampuannya untuk mencapai profitabilitas di masa depan dan membuktikan bahwa bisnis tidak hanya bergantung pada pengeluaran, promosi, dan subsidi untuk menghasilkan pertumbuhan.
Logo Bukalapak. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
zoom-in-whitePerbesar
Logo Bukalapak. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
Saat ini, dengan operasional bisnis yang kuat. Bukalapak akan fokus pada pertumbuhan pendapatan, seraya terus berusaha untuk mencatat margin kontribusi yang positif. Perseroan memiliki komitmen untuk fokus pada strategi agar dapat mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan, diiringi dengan pengelolaan beban yang baik.
ADVERTISEMENT
Meskipun telah mencatat laba bersih, Perseroan tetap memiliki fokus pada kinerja operasional Perseroan. Oleh karena itu, manajemen Perseroan tetap menggunakan adjusted EBITDA sebagai indikator kinerja Perseroan.
Dengan peningkatan efisiensi yang diiringi oleh pertumbuhan yang kuat, Bukalapak juga memiliki permodalan yang kuat dengan posisi kas Perseroan, termasuk dengan investasi lancar seperti obligasi pemerintah dan reksadana sebesar Rp 20,2 triliun pada akhir bulan September 2022, yang jumlahnya lebih dari 15 kali adjusted EBITDA pada kuartal III 2022 yang disetahunkan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020