kumparan
8 Nov 2018 13:32 WIB

BUMN Ini Jualan Radar Militer Canggih: Bisa Deteksi Musuh Jarak 200 Km

Len S-200 Air Surveillance Radar 2D buatan PT LEN Persero dipamerkan di Indo Defence 2018 Ekspo & Forum di Jakarta Expo Internasional Kemayoran. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
PT Len Industri (Persero) baru-baru ini meluncurkan radar yang pertama kali yang ada di Indonesia yakni Len S-200 Air Surveillance Radar 2D.
ADVERTISEMENT
Radar yang didaku mampu mendeteksi adanya kawan atau lawan ini, mejeng di gelaran Indo Defence 2018 Ekspo & Forum, di Jakarta Expo Internasional, Kemayoran, Jakarta Pusat, mulai Rabu (7/11) hingga Sabtu (10/11).
Manajer Humas PT LEN Industri Donny Gunawan mengatakan radar itu didesain khusus dengan proses pemindaian secara presisi hingga menggunakan teknologi solid.
"Radar ini dilengkapi identification friend and foe (IFF) untuk menentukan target kawan atau lawan," kata Donny ketika dihubungi kumparan pada Kamis (8/11).
Selain dilengkapi IFF yang memiliki pilihan mode 1, 2, 3/A, C dan 4, radar ini memiliki fitur frequency agility guna mengantisipasi gangguan jammer atau pengacau sinyal.
"Ini dapat diintegrasikan dengan produk battle management system maupun combat management system yang mampu memberikan tactical situation awareness yang lebih komprehensif," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Diketahui, fitur yang dapat mengantisipasi yang ada di radar itu ialah ECCM – Electronic Counter-Counter Measures (frequency agility).
Donny menyebut radar ini berguna untuk mendeteksi jarak, kecepatan, dan arah sasaran di udara. Berbagai gelaran operasinya pun bisa didistribusikan seperti pada platform darat (ground based) atau platform laut (shipborne platform).
"Kalau sekarang diarahkan ke radar militer jadi bagaimana mendeteksi keberadaan objek yang mendatangi. Radius bisa sampai 200 km kita bisa mendeteksi objek dimensi 10 meter persegi," kata dia.
Len S-200 Air Surveillance Radar 2D buatan PT LEN Persero dipamerkan di Indo Defence 2018 Ekspo & Forum di Jakarta Expo Internasional Kemayoran. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
Direktur Utama PT LEN Industri Zakky Gamal Yasin menambahkan program pengembangan radar ini memang baru pertama dilakukan secara nasional.
"Dari program prioritas Pak Presiden, kan ada 7 peralatan prioritas salah satunya radar. Indonesia ini belum ada pabrikan radar nasional salah satunya kita di encourage untuk mengambil posisi itu," katanya ketika ditemui kumparan di JIEXPO Kemayoran pada Rabu (7/11).
ADVERTISEMENT
Ia melanjutkan, radar yang dibuat oleh anak negeri ini untuk komponennya masih banyak didominasi oleh luar negeri.
"Masih impor kita banyak yang dari AS, Eropa, Jerman, Italia, Perancis," ucapnya.
Meski begitu, Zakky menyebut pihaknya juga tak ingin bergantung hanya pada satu vendor dalam menyuplai komponennya.
"Makanya kita pakai multivendor agar tak ketergantungan kalau ada gejolak global misalnya," ujarnya.
Len S-200 Air Surveillance Radar 2D buatan PT LEN Persero dipamerkan di Indo Defence 2018 Ekspo & Forum di Jakarta Expo Internasional Kemayoran. (Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan)
Di sisi lain, menurut Zakky segala penyiapan dan pengembangan radar ini pun juga tengah digalakkan. Salah satunya soal peningkatan kualitas SDM.
"Kalau kemampuan enginer sih bisalah, makanya kita sekolahkan enginer muda ke Eropa sehingga bisa upgrade knowledge-nya," katanya.
Hingga kini, diketahui pengembangan radar 2D milik PT LEN itu telah sampai pada pengembangan fasilitas produksi radar yang ditargetkan rampung paling lambat tahun 2020.
ADVERTISEMENT
Ke depan, Zakky masih bakal terus membuka peluang untuk pengembangan teknologi radar. Seperti, level lebih tinggi yaitu 3D.
"Saat ini 3D lagi ditenderin ke nasional kita nanti support untuk local transfer teknologinya. Sehingga nanti ke depan LEN bisa memproduksi radar nasional kita lagi siap-siap proses assembly-nya untuk peralatan radar di Subang," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan