kumparan
Bisnis22 Januari 2020 14:33

Buntut Kasus Ilham Bintang, Ombudsman Minta BRTI Audit Internal

Konten Redaksi kumparan
SIM card
SIM card. Foto: PublicDomainPictures (CCO Creative Commons)
Wartawan senior Ilham Bintang mengalami pembobolan rekening, yang bermula dari pembajakan nomor ponselnya. Terkait kasus pembajakan sim card tersebut, Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Alamsyah Saragih, meminta agar Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) segera bertindak.
ADVERTISEMENT
BRTI kan punya tugas memantau itu. Kemudian tidak semua harus menerima aduan dulu. Harus segera proaktif melakukan audit di internal institusinya,” kata Alamsyah di Kantor Ombudsman, Jakarta Rabu (22/1).
Alamsyah mengharapkan skema dari awal mula permasalahannya harus ditemukan. Ia menyarankan kalau ada indikasi pidana, maka harus segera ditindaklanjuti ke aparat penegak hukum.
“Kemudian secepatnya diproses supaya publik tahu bahwa ada kepastian terhadap itu. Jangan sampai kemudian orang menganggap hal ini biasa, nanti hilang lagi,” ujar Alamsyah.
Alamsyah menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan dari kasus ini. Ombudsman akan mengawasi langkah cepat apa yang akan diambil khususnya oleh Kominfo dan BRTI.
SIM Card Indosat, Ilham Bintang
Rekaman cctv oknum yang membobol SIM Card Indosat milik Ilham Bintang. Foto: Facebook / Ilham Bintang
“Kalau kemudian lambat, kami kemudian pasti akan menegur dan memanggil mereka. Tapi sementara tadi pagi saya sudah mendapat mereka sudah mulai melakukan tindakan,” tutur Alamsyah.
ADVERTISEMENT
Senada dengan Alamsyah, anggota Ombudsman, Alvin Lie meminta harus segera ada tindakan. Langkah awal sebenarnya yang bisa dilakukan menurut Alvin adalah menerapkan registrasi pelanggan menggunakan identitas. Menurutnya selama ini kurang maksimal.
Setelah itu, Alvin menyarankan harus ada pengawasan secara serius terhadap layanan dari penyelenggara atau operator seluler untuk keamanan data pengguna.
“Keamanan data pengguna seluler ini sangat penting karena penyalahgunaan data atau identitas pengguna seluler hampir selalu kaitannya dengan pelanggaran hukum, untuk kegiatan ilegal, untuk kejahatan, untuk terorisme, dan mengakses data-data yang seharusnya tidak boleh diakses,” ungkap Alvin Lie.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan