kumparan
3 Agustus 2018 18:30

Buwas Tanggapi Protes soal Harga Gula: Jangan Provokasi Petani Tebu

Budi Waseso di DPR
Budi Waseso di DPR (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Perum Bulog sudah ditunjuk pemerintah untuk membeli gula milik petani tebu dengan harga Rp 9.700 per kg. Harga tersebut dinilai sudah ideal dan menguntungkan bagi petani maupun Bulog.
ADVERTISEMENT
Namun, Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mengaku keberatan dengan besaran harga beli gula petani oleh Bulog sebesar Rp 9.700 per kg. Sebab menurut APTRI, biaya pokok produksi (BPP) gula saat ini sebesar Rp 10.900 per kg. Harusnya harga beli gula petani sudah di atas Rp 11.000 per kg.
Menanggapi hal ini, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menegaskan, hanya segelintir orang saja yang menganggap harga dari Bulog terlalu murah. Pria yang akrab disapa Buwas ini meminta APTRI tak memprovokasi para petani tebu.
"Kata siapa itu, itu kan karena sekelompok aja yang ngomong, yang manas-manasin petani. Sekarang gula petani itu yang di PTPN aja Rp 9.100 per kg. Itu hanya provokasi kepada petani, saya, kita enggak begitulah," kata Buwas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/8).
ADVERTISEMENT
Ia menilai pihak-pihak yang memprotes tidak mewakili suara petani. "Jadi itu hanya memanfaatkan petani, kasihan petani itu. Itu hanya kelompok kecil yang memanfaatkan petani, bukan suara petani itu, saya tahu persis kok," lanjut dia.
Buwas menambahkan, gula di pasaran yang diproduksi oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) harganya sekilo Rp 9.100.
"Sudah selisih Rp 600 per kg kan, coba dilihat. Kalau yang bilang beli Rp 11 ribu per kg, beli saja yang punyanya PTPN, borong saja, dia bisa untung lebih kalau dia bisa jual Rp 11 ribu per kg. Hitungannya kan begitu kalau ekonomi," ucap Buwas.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional APTRI Soemitro Samadikoen saat dihubungi kumparan mengaku keberatan dengan besaran harga beli gula petani oleh Bulog sebesar Rp 9.700 per kg.
ADVERTISEMENT
Soemitro bilang biaya pokok produksi (BPP) gula saat ini sebesar Rp 10.900 per kg. Harusnya harga beli gula petani sudah di atas Rp 11.000 per kg. "Ini mau menghancurkan industri gula dan mau membangun rezim gula impor," sebut Soemitro.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan