kumparan
24 Januari 2019 10:11

Catatan Utang Pemerintah di Era Jokowi

Dolar, Rupiah, Bank Mandiri, Rupiah Menguat
Seorang Teller menghitung uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat di Bank Mandiri, Jakarta, Senin (7/1/2018). Rupiah ditutup menguat 1,26 persen menjadi Rp14.085 per satu Dolar AS. (Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Total utang pemerintah pusat selama 2018 mencapai Rp 4.418,3 triliun. Berdasarkan data resmi terbaru Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Rabu (23/1), total utang tersebut terdiri dari pinjaman sebesar Rp 805,62 triliun dan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 3.612,69 triliun.
ADVERTISEMENT
Secara rinci, pinjaman tersebut terdiri dari pinjaman luar negeri sebesar Rp 799,04 triliun dan pinjaman dalam negeri Rp 6,57 triliun. Sementara untuk SBN, terdiri dari SBN berdenominasi rupiah sebesar Rp 2.601,6 triliun, mencakup Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp 2.168 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 433,63 triliun.
Sementara SBN berdenominasi valas mencapai Rp 1.011,05 triliun, terdiri dari SUN Rp 799,6 triliun dan SBSN Rp 211,4 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai utang pemerintah tersebut masih aman. Rasio utang yang 30 persen terhadap PDB juga dinilai masih lebih kecil dibandingkan negara lain yang bisa 100 persen.
Adapun dalam Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, batas maksimal rasio utang adalah 60 persen terhadap PDB.
ADVERTISEMENT
"Debt to GDB ratio sepengetahuan saya itu 30 persen enggak tinggi. Tapi kita tidak katakan mau sembrono, kan enggak juga. Kita harus hati-hati," kata Sri Mulyani di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/1).
Menteri Keuangan Sri Mulyani, pemaparan realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2018
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pemaparan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 di Gedung Kementrian Keuangan, Jakarta, Rabu (2/12). (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Dengan total utang pemerintah tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga di kisaran 5 persen. Sri Mulyani pun memastikan utang akan selalu digunakan secara hati-hati dan untuk kegiatan produktif.
Berikut perkembangan utang di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dirangkum kumparan, Kamis (24/1):
2014
Total utang pemerintah: Rp 2.608,7 triliun PDB: Rp 10.569,7 triliun Rasio: 24,6 persen
2015
Utang: 3.165,1 triliun PDB: Rp 11.526,3 triliun Rasio: 27,4 persen
2016
Utang: Rp 3.466,9 triliun PDB: Rp 12.406,7 triliun Rasio: 27,9 persen
ADVERTISEMENT
2017
Utang: Rp 3.995,2 triliun PDB: Rp 13.588,7 triliun Rasio: 29,4 persen
2018
Utang: Rp 4.418,3 triliun PDB: 14.735,8 triliun Rasio: 29,98 persen
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan