CEO Astra Agro Tanggapi Soal Isu Dugaan Kartel Minyak Goreng

15 Februari 2022 16:52
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
CEO Astra Agro Tanggapi Soal Isu Dugaan Kartel Minyak Goreng (57793)
zoom-in-whitePerbesar
Warga memilih minyak goreng kemasan premium dan produk impor akibat habisnya persediaan minyak goreng sawit di salah satu pusat perbelanjaan di Banda Aceh, Aceh, Kamis (10/2/2022). Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
ADVERTISEMENT
Dugaan adanya kartel minyak goreng menyeruak karena harganya yang melonjak. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bahkan akan memanggil perusahaan-perusahaan terkait dugaan kartel tersebut.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal tersebut, CEO Astra Agro Lestari, Santosa, memastikan perusahaan akan mendukung upaya pemerintah untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga minyak goreng.
"Seolah isu minyak goreng ada kartel. Industri kelapa sawit melakukan balancing dengan ketersediaan kita bisa tercapai," kata Santosa dalam Talk to The CEO yang digelar secara virtual, Selasa (15/2).
Santosa mengatakan para pelaku usaha industri kelapa sawit saat ini memang sedang menyeimbangkan antara kondisi pasar dan kebijakan dari pemerintah. Sehingga, bagaimana perusahaan bisa tetap profit namun juga tetap memastikan pasokan bisa terpenuhi.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Misalnya untuk kebijakan domestic market obligation (DMO) 20 persen dan domestic price obligation (DPO). Menurut Santosa mengatakan perlu effort kebijakan ini bisa dipahami dari sektor hulu sampai dengan hilir.
ADVERTISEMENT
"DMO dan DPO seharusnya kontribusinya harus disatukan. Tidak mudah. Bisa misinterpretasi. Kompleksitas DMO. Tapi percaya seluruh pelaku dan pemerintah sudah bahu membahu. Tidak bisa dihindari ekses-ekses, termasuk di ritel," katanya.
CEO Astra Agro Tanggapi Soal Isu Dugaan Kartel Minyak Goreng (57794)
zoom-in-whitePerbesar
Talk CEO Bersama Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Santosa (kanan), di Bogor, Rabu (19/2). Foto: Abdul Latif/kumparan
Sebelumnya, KPPU telah memanggil tiga produsen minyak goreng atas dugaan terjadinya permainan kartel di industri minyak goreng. Pemanggilan tersebut merupakan tindak lanjut dari temuan kajian KPPU atas permasalahan lonjakan harga minyak goreng.
Sementara dari tiga produsen yang dipanggil, dua di antaranya tidak bisa memenuhi panggilan. KPPU juga memastikan akan memanggil perusahaan-perusahaan minyak goreng lainnya.
Adapun kajian KPPU menyimpulkan terdapat struktur pasar oligopolistik di sektor minyak goreng, karena hampir sebagian besar pasar minyak goreng di Indonesia dikuasai hanya empat produsen saja. Selain itu, ada indikasi kenaikan harga yang serempak dilakukan pelaku usaha pada akhir tahun lalu.
ADVERTISEMENT