kumparan
2 Mei 2018 10:54

Cerita Jokowi Soal Perusahaan Raksasa Migas yang Dikalahkan Alibaba Cs

Presiden Joko Widodo di IIMS 2018 (Foto: Puti Cinintya Arie Safitri/kumparan)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini membuka acara Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2018 di Jakarta Convention Center.
ADVERTISEMENT
Dalam sambutannya, Jokowi bercerita bahwa 8 tahun lalu reputasi perusahaan-perusahaan migas begitu besar. Lima dari sepuluh perusahaan dengan nilai kapitalisasi terbesar di dunia bergerak di sektor minyak dan gas bumi (migas).
"Kalau kita lihat perusahaan-perusahaan dengan nilai tertinggi di dunia, di tahun 2010. Tahun pertama dekade ini, dari 10 perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di dunia, 5 merupakan perusahaan minyak dan gas. Coba kalau enggak percaya di-googling saja. Ada ExxonMobil di situ yang pertama. Kemudian PetroChina di urutan kedua, kemudian Petrobras di urutan ketujuh, kemudian Royal Dutch Shell di urutan sembilan," kata Jokowi di JCC, Jakarta, Rabu (2/5).
Namun, sekarang situasinya sudah jauh berubah. Raksasa-raksasa migas terlempar dari jajaran perusahaan dengan nilai kapitalisasi terbesar di dunia. Hanya ExxonMobil yang masih masuk 10 besar.
ADVERTISEMENT
"Coba kita lihat saat ini di tahun 2018, 10 perusahaan dengan nilai perusahaan terbesar di dunia, sudah berubah total dan saya kaget juga satu pun perusahaan minyak dan gas tidak ada di situ. Hanya satu kalau enggak keliru, Exxon," ucap Jokowi.
Kini perusahaan-perusahaan teknologi seperti Alibaba, Facebook, Apple, Google, Microsoft yang menguasai 10 besar perusahaan dengan kapitalisasi paling tinggi di dunia.
"Urutan 1-5 coba nanti dicek kalau ada yang keliru, 1-5 semuanya perusahaan teknologi IT. Apple, induknya Google, Microsoft, Amazon, dan kemudian di urutan 7-8 ada Alibaba dan Facebook. Apa artinya ini? Pertama kita semua di sini memahami bahwa kita sekarang memang lagi masuk di tengah-tengah sebuah teknologi boom, e-Commerce boom yang luar biasa. Jadi wajar kalau perusahaan-perusahaan yang harga sahamnya paling melejit adalah perusahaan teknologi dan e-Commerce," papar Jokowi.
Alibaba (Foto: REUTERS/Aly Song)
Jokowi mengingatkan, perkembangan teknologi energi terbarukan akan semakin mengurangi permintaan migas. Perkembangan mobil listrik juga harus dicermati, mobil-mobil berbahan bakar minyak akan segera tergantikan.
ADVERTISEMENT
"Tentunya perkembangan yang Bapak Ibu yang ada di sini adalah ahlinya yaitu revolusi di teknologi energi terbarukan, yang rasanya mengurangi permintaan minyak bumi di tahun-tahun mendatang. Ini katanya informasi, tapi saya enggak percaya. Supaya Bapak Ibu tidak ada rasa khawatir. Migas tetap akan dibutuhkan," Jokowi menambahkan.
Perkembangan teknologi energi terbarukan akan semakin didorong oleh kenaikan harga minyak dunia. "Semakin naiknya harga minyak di dunia dalam beberapa tahun ini, beberapa bulan ini, itu sudah pasti akan memicu semakin banyak sektor untuk bergeser dari teknologi-teknologi terbarukan yang mengurangi ketergantungan pada minyak," katanya.
Presiden Jokowi (Foto: Cornelius Bintang/kumparan)
Perusahaan migas harus berbenah jika tak ingin terlindas oleh zaman. Jokowi juga menuturkan, kini generasi muda lebih tertarik bekerja di perusahaan teknologi ketimbang migas. Jika industri migas tak berinovasi, tentu akan semakin ditinggalkan.
ADVERTISEMENT
"Kalau kita tidak berhasil merubah budaya dan reputasi itu terutama di sektor migas, ya anak-anak muda kita yang pintar-pintar, yang cemerlang tidak akan tertarik lagi untuk masuk ke sektor ini. Dan dengan bakat-bakat anak-anak muda yang terbaik, saya yakin sektor migas akan terus naik perannya di dunia maupun di Indonesia khususnya dan menyalip sektor-sektor lain karena kita memang lebih idealis dan lebih inspiratif," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan