CT Jelaskan Prospek Garuda Indonesia Usai PKPU, Bakal Sehat Lagi?

19 Mei 2022 16:42
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
CT Jelaskan Prospek Garuda Indonesia Usai PKPU, Bakal Sehat Lagi? (86842)
zoom-in-whitePerbesar
Chairul Tanjung. Foto: Facebook @Chairul Tanjung
ADVERTISEMENT
Chairman CT Corp, Chairul Tanjung atau akrab disapa CT, menjelaskan prospek bisnis PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) usai masa Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) rampung.
ADVERTISEMENT
CT merupakan salah satu pemegang saham utama Garuda. Dia pertama kali membeli saham Garuda pada 2012 silam melalui perusahaan miliknya, Trans Airways. Saat ini, porsi kepemilikan saham CT di GIAA sudah 28,26 persen.
CT mengungkapkan optimismenya bahwa Garuda Indonesia bisa menang dalam persidangan PKPU di 20 Juni 2022 mendatang. Dia juga memastikan kinerja keuangan maskapai pelat merah ini juga akan kembali sehat.
"Pasti menang. Dengan proses PKPU kan akan ada diskon dari krediturnya, berarti utang Garuda akan mengecil, kalo utang Garuda mengecil, maka otomatis keadaan jadi sehat, lebih sehat," ujarnya kepada wartawan di Istora Senayan, Kamis (19/5).
Dia menjelaskan, dengan proses restrukturisasi utang yang dilakukan melalui sidang PKPU, rasio utang terhadap modal atau debt to equity ratio Garuda akan membaik sehingga memudahkan pemulihan keuangan perseroan.
ADVERTISEMENT
Kendati begitu, selama proses pemulihan setelah masa PKPU atau pasca homologasi, CT membenarkan bahwa akan ada pengurangan jumlah pesawat untuk mengurangi beban operasional Garuda.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Debt to equity-nya akan menjadi baik nanti. Jadi revenue per debt akan lebih baik. (Jumlah pesawat) menjadi sedikit lebih kecil, tapi saya belum tahu," jelasnya.
CT Jelaskan Prospek Garuda Indonesia Usai PKPU, Bakal Sehat Lagi? (86843)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia di hanggar. Foto: Adek Berry/AFP
Selain itu, CT juga membeberkan akan ada aksi korporasi Garuda berupa injeksi modal baru melalui penerbitan saham baru di pasar modal, baik itu Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue, atau non-HMETD.
CT menuturkan, dengan mekanisme tersebut sebagian investor atau kreditur Garuda akan memiliki hak untuk konversi. Kendati demikian, dia belum bisa memastikan rencana penambahan modal Trans Airways terhadap Garuda.
ADVERTISEMENT
"Ya kita nanti liat hasil dari PKPU-nya, kita akan berunding dengan pemerintah karena pemerintah sebagai salah satu pemegang saham terbesar Garuda, jadi Trans Airways dan pemerintah akan duduk bersama untuk nanti cari solusi terbaik," kata CT.
Dalam kesempatan yang sama, dia juga membeberkan akan ada potensi masuknya investor baru ke tubuh Garuda Indonesia. Walaupun tidak spesifik, dia tidak membantah akan ada investor dari luar negeri.
"Ya belum (ada investor baru), terlalu early. Pasti ada kalau dari luar negeri," pungkasnya.