Bisnis
·
14 Januari 2021 6:36

Curhat Risma: Darah Tinggi, Kaget Anggaran Perbaikan Data Kemiskinan Rp 1,4 T

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Curhat Risma: Darah Tinggi, Kaget Anggaran Perbaikan Data Kemiskinan Rp 1,4 T  (26686)
terkena darah tingMensos Tri Rismaharini saat blusukan bertemu pemulung dan gelandangan di aliran Sungai Ciliwung, belakang kantor Kementerian Sosial, Jakarta. Foto: Kemensos RI
Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma, untuk pertama kalinya melakukan rapat kerja dengan Komisi VIII DPR. Dalam rapat tersebut, Risma beberapa kali curhat tentang tugasnya menjadi seorang menteri.
ADVERTISEMENT
Berikut kumparan rangkum pernyataan Risma saat rapat dengan para legislator:

Risma Kaget Anggaran Perbaikan Data Rp 1,4 Triliun

Kemensos berencana membereskan data kemiskinan di Indonesia, karena dinilai tidak mutakhir alias tidak valid. Untuk merombak data tersebut, Risma mengatakan pihaknya mendapat anggaran sebesar Rp 1,4 triliun.
Namun Risma mengaku tidak akan menggunakan anggaran sebesar itu hanya untuk memperbaiki data. Hal itu pun ia sampaikan saat rapat kerja tersebut.
"Kami terus terang Bapak Ibu sekalian, kami mendapatkan anggaran untuk perbaikan data sekitar Rp 1,4 triliun. Tapi mungkin tidak akan kami gunakan sebesar itu," ujar Risma dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (13/1).
Menurut Risma, perombakan data akan diawali dengan penentuan parameter kemiskinan oleh Kemensos. Parameter ini akan disusun berdasarkan kondisi tiap-tiap daerah.
ADVERTISEMENT
Setelah itu, Risma akan menggandeng Kementerian Pendidikan dan Budaya agar bisa bekerja sama dengan universitas. Parameter ini akan disusun berdasarkan kondisi tiap-tiap daerah.
Risma mengatakan saat ini Kemendikbud memiliki program bertajuk Kampus Merdeka. Nantinya lewat program tersebut, mahasiswa bisa berkontribusi untuk melakukan survei demi memperbaharui data.
Curhat Risma: Darah Tinggi, Kaget Anggaran Perbaikan Data Kemiskinan Rp 1,4 T  (26687)
Mensos Tri Rismaharini saat blusukan di aliran Sungai Ciliwung, belakang kantor Kementerian Sosial, Jakarta. Foto: Kemensos RI
Darah Tinggi
Mantan Walikota Surabaya itu sempat curhat bahwa semenjak menjadi menteri suaranya jadi serak. Risma mengaku suaranya serak karena terlalu sering marah-marah sampai berteriak ke bawahannya.
“Jadi saya setiap hari suara saya sampai habis. Ini teman-teman mungkin kalau pengen nelen, saya ditelan. Tiap hari saya marah, Pak. Jadi makanya suara saya habis. Saya teriak-teriak terus. Mohon maaf tapi harus saya lakukan daripada dimarahin bapak-bapak di sini,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya suaranya yang memang terdengar serak sepanjang menyampaikan presentasi, Risma mengaku menjabat sebagai Mensos juga membuat tekanan darahnya naik. Risma mengaku terkejut ketika mengetahui tekanan darahnya mencapai 170. Menurutnya ini pertama kali tensinya mencapai angka tersebut.
“Saya kemarin sampaikan, ini saya cek tekanan darah saya enggak pernah sampai 170. Saya kemarin 170, wuih! Aku pulang, kepala saya sampai puanas sekali,” ujarnya.