kumparan
12 Februari 2020 12:12

Dampak Virus Corona Melalui Laut: Pemeriksaan Diperketat, Pelayaran Menurun

virus wuhan, China
Suasana di kota Wuhan, China akibat virus corona. Foto: REUTERS/Stringer
Wabah virus corona dari Wuhan, China, masih terus meluas ke beberapa negara. Tidak hanya melalui udara, penyebaran virus corona juga diantisipasi melalui transportasi laut.
ADVERTISEMENT
Tidak heran, Indonesia masih melakukan pengetatan pengawasan atau pemeriksaan termasuk ke kapal yang belum lama ini berlayar dari China.
“Kita lebih intensif untuk melakukan pemeriksaan. Jadi karantina kesehatan, pelabuhan kami minta periksa kapal, penumpang-penumpang yang dianggap yang punya background dari China, dari singgah maupun dari sana,” kata Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H. Purnomo di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Rabu (12/2).
Meski begitu, Agus mengatakan, sejauh ini pelayaran masih belum ada kendala apa pun. Hanya saja, ia memastikan tidak akan melonggarkan pemeriksaan termasuk ke awak kapal. Apabila terindikasi, maka akan dikirim ke rumah sakit yang sudah ditunjuk.
Kapal pesiar Costa Smeralda Virus corona
Kapal pesiar Costa Smeralda yang mengangkut sekitar 6.000 penumpang, berlabuh di pelabuhan Civitavecchia,Italia untuk di isolasi karena virus corona. Foto: REUTERS/Guglielmo Mangiapane
“(Kapal-kapal dari China) Enggak pernah ditutup, jalan terus. Barang enggak ada kaitan dengan corona. Krunya saja yang nanti sementara ditempatkan di karantina laut sebentar, kalau diperiksa enggak masalah, ya sudah,” ujar Agus.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan, kru kapal dari China baru boleh menyentuh daratan setelah diperiksa intensif oleh petugas. Agus kembali memastikan, sejauh ini di bulan Januari pelayaran juga masih tetap normal atau tidak ada penurunan.
Penurunan mulai terlihat di bulan Februari. Namun, Agus belum bisa merinci berapa jumlah penurunan pelayaran yang dimaksud.
“Januari belum menurun (pelayaran). Februari masih kita awasi. Data kemarin dari beberapa pelabuhan ada penurunan tapi belum pasti jumlahnya karena baru mulai Februari,” tutur Agus.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan