Danantara Ungkap Alasan Pilih Purnawirawan TNI hingga Ekspat Pimpinan Garuda
14 November 2025 14:59 WIB
·
waktu baca 3 menit
Danantara Ungkap Alasan Pilih Purnawirawan TNI hingga Ekspat Pimpinan Garuda
Ini penjelasan Danantara pilih Purnawirawan TNI hingga Ekspat untuk pimpin Garuda Indonesia.kumparanBISNIS

ADVERTISEMENT
Danantara Indonesia mengungkapkan transformasi kepemimpinan PT Garuda Indonesia (Persero) menjadi salah satu fokus utama, selain memperbaiki kinerja keuangan dan pelayanan perusahaan yang sempat terseok-seok.
ADVERTISEMENT
Managing Director Holding Operasional Danantara, Febriany Eddy, mengatakan kesamaan visi dan kepemimpinan yang solid sangat penting bagi proses transformasi Garuda Indonesia.
Adapun Garuda Indonesia baru saja merombak jajaran direksi dan komisarisnya pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (15/10). Danantara menarik Glenny Kairupan, seorang purnawirawan TNI, sebagai Direktur Utama.
Febriany mengungkapkan alasan Danantara mengangkat Glenny di pucuk pimpinan Garuda Indonesia. Menurut dia, Glenny dinilai berkomitmen kuat kepada bangsa dan negara.
"Waktu saya ketemu beliau sebelum dia Dirut, saya tanya komitmen Bapak untuk Garuda apa? Pak Glenny bilang, saya orang yang bersedia mati demi NKRI. Itu komitmen saya buat Garuda. Waktu itu saya langsung tertegun. Kalau udah komitmen jangan tanya lagi," ungkapnya saat acara Coffee Morning, Jumat (14/11).
ADVERTISEMENT
Dia menyebutkan, Glenny kemudian menunjuk Thomas Sugiarto Oentoro sebagai Wakil Direktur Utama (Wadirut). Melihat rekam jejaknya, dia meyakini Thomas memiliki kecakapan alias berkaliber, meskipun hanya 9 bulan menjabat sebagai Komisaris Independen.
"Saya berdiskusi dengan Pak Thomas itu saya langsung yakin karena he is humble, humility-nya tinggi, mau belajar, bertanya terus, bekerja keras. Saya senang ya gaya ini karena itu menunjukkan simbol-simbol penting dari kepemimpinan," jelas Febriany.
Selain itu, Febriany juga menjelaskan alasan menunjuk dua ekspatriat alias pekerja asing di manajemen Garuda Indonesia, yakni Neil Raymond Mills sebagai Direktur Transformasi dan Balagopal Kunduvara sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
Dia menegaskan bahwa pengalaman keduanya di bisnis aviasi sudah malang melintang secara internasional. Misalnya, Neil pernah memimpin proses transformasi setidaknya 3 maskapai global.
ADVERTISEMENT
"Neil sudah melanglang buana di 11 airlines globally dan memimpin full transformasi airline 3 dari 11 itu. Kita perlu orang yang sudah have done that, seen that, been there. Itu poinnya. Jadi sudah melihat begitu banyak jenis airline dengan segala tantangannya," tegasnya.
Sementara Balagopal, yang sebelumnya merupakan Direktur Keuangan (CFO) Singapore Airlines (SQ), juga dinilai memiliki latar belakang yang mumpuni di industri penerbangan, bahkan disebutkan sudah berkiprah selama 25 tahun di bisnis maskapai yang stabil.
"Kita pilih karena Bala ini bukan CFO biasa, background beliau itu technical dari engineering, naik kemudian dia masuk ke aircraft leasing dan purchase yang mana adalah kontrak terbesar dalam airline business. Setelah itu beliau masuk corporate strategy, strategic vision dan segala macam, terakhir treasury," jelas Febriany.
ADVERTISEMENT
Selain memimpin transformasi bisnis dan keuangan Garuda Indonesia, kedua ekspat tersebut juga diharapkan dapat melatih dan mengembangkan talenta-talenta lokal di tubuh perusahaan.
"Bala dan Niel sudah dikasih pesan bahwa Anda tidak di sini selamanya, Anda selain membantu transformasi Garuda adalah men-coaching, men-develop talenta-talenta ini untuk bisa naik. Harapan kita tentu ada anak-anak muda dari Garuda Group yang akan menjadi pemimpin di dalam waktu yang cukup dekat," tegas Febriany.
Dengan demikian, Febriany menegaskan bahwa Danantara tidak asal dalam memilih pemimpin, melainkan sudah melalui segala macam pertimbangan yang matang sebagai upaya transformasi budaya Garuda Indonesia secara jangka panjang.
"Jadi ini bukan asal comot, dipikirin baik-baik, di-planning, karena menurut kita transformasi dimulai dari pemimpinnya, karena pemimpin adalah role model. Apa yang dia lakukan, dia sampaikan, dia tidak lakukan, tidak sampaikan mengirim pesan. Transformasi ini adalah transformasi budaya dari Garuda," pungkas Febriany.
ADVERTISEMENT
